Kamis, 26 Februari 2015

" JULUKAN NEGARA DI DUNIA "

Indonesia : Negara Agraris, Maritim, Jamrud Katulistiwa
Malaysia : Negeri Jiran
Singapura : Seribu satu larangan
Brunai : Petro Dollar
Thailand : Gajah Putih, Seribu Pagoda
Myanmar : Tanah Emas
Laos : The Land Locked Country/Tanah yang terkunci
Kamboja : Hell On Earth
Vietnam : Vietnam Rose
Filiphina : Lumbung Padi
Timorleste : bumi loro sae
Jepang : Sakura, Negeri Terbit matahari,
RRC : Negeri Tirai bambu, panda, Tembok Raksasa
Taiwan :Negeri yang sunyi, Naga Kecil Asia
Irak : Negeri 1001 malam
Arab Saudi : negeri Minyak
India : Negeri barata, anak benua
Nepal : Negeri seribu dewa
Tibet : Negeri atap dunia
Afrika : Negeri Benua Hitam
Amerika Serikat : Negeri Paman Sam dan Negara Super Power.
Argentina : Negeri Tenggo
Australia : Negeri Kangguru
Belanda : Negeri Kincir Angin dan Negeri Tulip.
Brazil : Negeri Samba
Bulgaria : Negeri Kuntum Mawar.
Finlandia : Negara Seribu Danau.
Italy : Negara Spaghetti.
Jerman : Negeri Hitler/Nazi
Kanada : Negara Pecahan Es.
Kuba : Negeri Cerutu.
Mesir : Negeri Firaun / Piramida,
Perancis : Kota Mode.
Rusia : Tirai Besi dan Negeri Beruang Putih.
Selandia Baru : Negara Kiwi.
Spanyol : Negeri Matador.
Yunani : Negeri Peradaban/Negri Para Dewa
Uganda : Mutiara Afrika.
Inggris : Black Country dan Negeri Raja
Iran : Negeri para mullah

Senin, 23 Februari 2015

" PREDATOR KORUPTOR " Oleh bpk Drh Chaidir. mantan ketua DPRD Prov Riau

Sy Tertarik dgn Tulisan pak Drh Chaidir di slh Satu media Terbesar di Riau.
Yg beliau beri Judul "PREDATOR KORUPTOR."
perlu kita baca  Sahabat RI Agar bisa menambah Wawasan kita. Krn apa pun yg beliau tulis di media . Mantan Ketua DPRD PROV RIAU INI.
Selalu sy nanti2kan.
MANUSIA memang imajinatif. Dalam dunia nyata, buaya bukan predator bagi cicak, demikian sebaliknya. Mangsa utama buaya adalah hewan-hewan bertulang belakang seperti ikan, reptil dan mamalia, kadang-kadang juga memangsa moluska (semua hewan lunak dengan maupun tanpa cangkang, seperti berbagai jenis siput, kerang-kerangan, serta cumi-cumi dan kerabatnya), dan juga krustasea (lobster, kepiting dan udang).
Namun sebagai salah satu binatang terbuas di dunia, buaya sesungguhnya tak pandang bulu dalam memilih mangsa (berbulu atau tak berbulu sama saja). Semua mereka sergap. Itik, burung, kambing, anjing, babi, sapi, kerbau bahkan orang pun tak terkecuali.  Bahkan buaya besar tak segan-segan memangsa buaya-buaya kecil atau bangkai temannya sekali pun.
Cicak tak pernah disebut-sebut dalam ilmu hewan dimangsa oleh buaya. Alasannya sederhana. Kedua makhluk ini beda habitat, walau mereka berkerabat dekat, sama-sama termasuk hewan reptil. Cicak adalah reptil kecil yang biasa merayap di dinding-dinding rumah, di tembok, di loteng  atau di pepohonan.  Sedangkan buaya adalah reptil bertubuh besar, habitatnya perairan tawar seperti sungai, danau, rawa dan lahan basah lainnya, namun ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara.
Kendati buaya dapat hidup di darat, mereka tak pernah dilaporkan berburu cicak di dinding-dinding rumah, apalagi mengejar cicak yang merayap di loteng rumah. Cicak tak penting sebagai menu pengobat lapar, karena ukurannya terlalu kecil untuk membuat kenyang sang buaya, percuma. Di samping itu buaya juga tak memiliki kemampuan merayap di dinding-dinding vertikal, apalagi menempel terbalik di loteng seperti yang biasa dilakukan cicak.
Namun kini untuk kesekian kalinya episode pertempuran cicak versus buaya kembali dipertontonkan. Hasilnya, menyelesaikan masalah dengan masalah. Ketika seluruh perhatian tertuju pada cicak v buaya, sang tikus yang diidentikkan sebagai koruptor diam-diam ikut bertepuk tangan dan sebagian lainnya dengan leluasa menggerogoti lumbung padi, luput dari perhatian. 
Cicak v buaya dicetuskan Komjen Pol Susno Duadji (Kabareskrim Polri) pada 2009 ketika terjadi gesekan hebat yang melibatkan Susno Duadji itu sendiri. KPK dipersonifikasikan sebagai cicak sementara kepolisian sebagai buaya. “Cicak kok mau melawan buaya,” ujar Susno. Sejak saat itu, frasa tersebut menjadi populer. Tiga tahun kemudian pada Juli 2012, perseteruan KPK v Polri kembali terbuka, kali ini melibatkan Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka kasus korupsi dalam proyek simulator ujian SIM. Tiga tahun berselang, perseteruan kembali terjadi. Komjen Pol Budi Gunawan gagal menjadi Kapolri setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka. Polri membalas dengan menetapkan dua pimpinan KPK sebagai tersangka untuk beberapa kasus. Abraham Samad dan Bambang Wijoyanto pun tumbang.
Presiden Jokowi memang telah menetapkan Komjen Badrodin Haiti sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Komjen Budi Gunawan dan menetapkan tiga Plt Pimpinan KPK untuk mengisi pimpinan KPK yang kosong (satu posisi memang kosong ditinggal pensiun Busyro Moqoddas). Tak ada yang salah dengan kewenangan presiden selaku kepala negara. Kedua lembaga adalah instrumen negara, keduanya sama-sama predator; Polri mangsanya adalah penjahat, perampok, dan para pelanggar kamtibmas. KPK juga predator, mangsanya adalah koruptor kelas kakap. Kalau kedua predator terlalu akrab, rakyat patut bercuriga, jangan-jangan keduanya saling mengamankan. Oh Tidak!***

Selasa, 17 Februari 2015

KETIKA KPK DI LANDA BENCANA


Akhir nya Tercapai juga lah Tujuan sebahagian orang yg menginginkan KPK di lemahkan. Bhkn ingin di hapuskan. karna KPK ini jadi momok yg menakutkan  bgi orang2  yg memakan duit Rakyat yg bukan hak nya. Yg tamak akan Duit Negara ini. Kita ingat dulu  kasus ketua KPK Antazari. Yg penuh muatan politis inya
menimpa Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membetot perhatian saya.
Bukan hanya karena ada bumbu perselingkuh-an seperti tertuang dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), tetapi adanya per-tanyaan besar yang barangkali menggelayuti banyak orang, yaitu apakah sekonyol itu Antasari memerintahkan menghabisi Nasrudin.
Mungkinkah terjadi missperception di antara Antasari, Sigid Haryo Wibisino, dan Kombes Pol Wiliardi Wizar? Fakta yang tak dibantah para pihak dalam perkara itu adalah Antasari pernah curhat kepada karibnya, Sigid Haryo Wibisono (penguasa sekaligus pemilik koran terbitan Jakarta), mengenai ulah Nasrudin Zulkarnaen yang terus melakukan pemerasan dan teror.Fakta lainnya,
》》 jadi banyak cara untuk melemahkan Antirasuah ini untuk menyelmatkan diri sebdiri.  Menyelamatkan golongan. Menyelamatkan Partai DLL. Menyelmatkan Nama Besar.
Ketua KPK Abraham Samad ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen yang terjadi tahun 2007 & di Ancam 8 tahun penjara . PDIP pun angkat bicara  mendesak agar Presiden Jokowi segera menunjuk Plt Ketua KPK. ( yg pertanyaan kita Apakah sprti ini gy pemerintahan Jokowi .dikit2 Plt lh )
"Sudah seharusnya Presiden segera mengeluarkan Kepp‎res untuk menetapkan siapa yang akan menjadi Plt," kata politikus senior PDIP Pramono Anung
Yg jadi pertanyaanya publik apa kah ??  Plt Ketua KPK kelak dari Partisi Partai atau mungkin dari partai  pendukung Jokowi . Sprti yg slma ini di lakukan jokowi. Jaksa Agung (
HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung. Sebelum menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II, politisi Partai Nasdem itu memiliki catatan karier di Kejaksaan Agung. Kala itu menjadi kritikan publik dgn kebijakan Jokowi ini. Begitu jg ketika mengangkat Wantipres nya.  Lalu Hasto ( plt ) Sekjen PDIP berkicau. Jika budi Gunawan Ada dlm pertemun Ambraham Samad & para petinggi PDIP kala memilih cawapres  berrti secara gk langsung Budi Gunawan Telah msuk Ranah politik padahal beliau Seorang Anggota polisi Aktif. Publik pun bertanya dimana Janji politik jokowik  ketika berkampanye dulu. Ketika debat pilpres. " Tidak bagi2 jabatan ke partai pendukung " tp kenyataan nya berbeda. Terbalik setelah jd presiden!
Beliau pernah mengatakan dlm menyampaikan visi & Misi nya. Ingin mendukung sepenuh nya KPK & tdk mengintrefensi Antirasuah tersebut. & di setiap sela2 pidato politik Jokowi selalu di selipkan " Revolusi Mental.." ketika itu. Publik pun terbius akan hal itu.
Lalu Kemana Keadilan di Negei ini..???
Lalu siapa lagi orang2 yg ingin menyelmatkan Uang Negara Dari Para Koruptor ...??
Semoga ada Malaikat penyelamat Negri ini dari para Oknum2 Koruptor.

Senin, 09 Februari 2015

"Karya anda Akan selalu kami Ingat Bg Rinto Harahap SELAMAT JALAN bg "

Satu lagi musisi tanah Air ini. Penyanyi serta pencipta lagu Rinto Harahap. Menghembuskan Nafas Terakhir nya di RS Mounth  Elizabeth singapore. Senin februari . Pukul : 22. 30,
Kita masryakat indonesia pastinya sangat kehilangan beliau. Dgn karya2 lagu nya yg merdu  & menyat hati . Rinto yang dilahirkan di Sibolga, Sumatera Utara, 10 Maret 1949, ini adalah penyanyi, pencipta lagu, dan produser yang pernah mendirikan grup band The Mercy's tahun 1970-an. Selain Rinto, The Mercy's juga diawaki Charles Hutagalung dan Reynold Panggabean.
Tak hanya dikenal sebagai komposer andal, Rinto yang mempunyai perusahaan recording 'Lolypop' di tahun 1970-an itu menelurkan banyak penyanyi Indonesia yang populer berkat lagu ciptaannya, seperti Nia Daniati, Betharia Sonata, Christine Panjaitan, Iis Sugianto dan Eddy Silitonga.
Sebelom beliau meninggal. beliau msih jg semangat ingin menulis sebuah lagu. & akan mengadakan Konser.
Luar biasa semangat Musisi kita ini. Beliau yg berdarah Batak ini.
Negara patut memberikan sebuah penghargaan atas karya2 beliau yg
Selamat jalan Bg Rinto Harahap semoga tuhan memberikan tempat  di Sorga & di ampuni segala dosa2 Anda.
karya anda tdk akan pernah mati di hati masryakat Indonesia dari sabang sampai merauke..
Amin...