Rabu, 30 Juli 2014

" MODUS REKAYASA AGAR COCOK HASIL SURVEY DENGAN HASIL PEMILU "

Yusril Ungkap Modus Rekayasa bagaimana Hasil pemilu bisa sama dengan hasil Lembaga Survei Lembaga Survei & Kedaulatan Rakyat Yusril Ihza Mahendra: Pakar Hukum Tata Negara yusril_imSaya ingin menuliskan tentang lembaga survei Pemilu yang akhir-akhir ini sering menghebohkan dunia politik kita. Kita sudah tahu-sama-tahu bahwa lembaga-lembaga survei yang menjamur itu bukanlah lembaga yang murni akademis, tetapi lembaga profesial yang komersial. Tidak saya pungkiri bahwa dalam bekerja, lembaga-lembaga survei itu menggunakan metode-metode akademis. Namun aspek komersialnya tidak dapat diabaikan pula. Partai politik atau politisi yang akan berkompetisi, sudah lazim meminta lembaga survei melakukan kegiatannya. Tujuannya bukan semata-mata untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan dirinya, tetapi juga untuk membentuk opini publik. Tidak jarang suatu lembaga survei sdh menandatangani kontrak dengan partai politik atau politisi untuk jangka waktu tertentu. Besarnya nilai kontrak tentu sesuai kemampuan partai atau politisi yang bersangkutan. Makin besar uang, makin canggih lembaga surveinya. Biasanya laporan hasil riset ada 2 macam. Satu yang benar, hanya untuk kepentingan internal; dan yang tidak benar, untuk kepentingan publik. Hasil survei yang tidak benar dan disulap itulah yang dijadikan konsumsi untuk memengaruhi opini publik. Hasil survei yang disulap itu dipublikasikan secara luas melalui jaringan media sehingga menjadi kontroversi. Hasil survei yang disulap itu bisa dijadikan sebagai bagian dari upaya kecurangan pemilu secara sistemik. Melalui pengumuman hasil survei yang meluas itu, pelan-pelan opini publik akan terbentuk, mana partai atau tokoh yang unggul, mana yang memble. Kalau opini sudah terbentuk, langkah selanjutnya merekayasa perolehan suara agar pas seperti hasil survei. Banyak cara dapat dilakukan untuk merekayasa perolehan suara. Langkah pertama dimulai dari penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Makin kacau dan tidak akurat DPT, rekayasa akan makin mudah. Surat suara yang berlebih, bisa dicoblos sendiri untuk menangkan suatu parpol. Berbagai trik untuk mengatur perolehan suara dilakukan sejak dari tingkatan TPS (lokasi), PPS (Desa/Kelurahan), PPK (Kecamatan) sampai Kabupaten/kota. Luasnya wilayah negara kita membuat pengawasan penghitungan suara menjadi sangat sulit dan rumit. Ada potensi untuk curang disini. Tiap kali Pemilu, Teknologi Infoemasi (IT) Komisi Pemilihan Umum selalu ngadat, pengumpulan suara lamban dan membosankan. Keadaan ini membuat orang lelah, apatis dan akhirnya putus asa serta tidak perduli lagi. Dalam keadaan seperti itu, praktik jual beli suara, transaksi pemindahan suara dari 1 parpol ke parpol lain terjadi dengan mudahnya. Siapa yang dapat melakukan kecurangan seperti ini? Yang dapat melakukan kecurangan sistemik seperti itu hanya mereka yang kuat secara politik, birokrasi dan finansial. Akhirnya Pemilu ditentukan oleh transaksi uang dan kekuasaan. Suara rakyat dipermainkan dan dimanipulasi. Kedaulatan rakyat hanyalah mimpi. Akhirnya apa yang terjadi? Hasil akhir pemilu persis seperti hasil survei yang sebelumnya sudah dicekokkan kepada public. Rakyat pun akhirnya dapat menerima urutan pemenang pemilu, toh sudah cocok dengan hasil survei jauh hari sebelum pemilu yang sudah ada di otak mereka. Kalau demikian, maka bukan lembaga survei itu yang canggih bisa memprediksi hasil Pemilu. Tapi sebaliknya, hasil pemilu yang direkayasa secara sistemik agar hasilnya sesuai dengan hasil survei. Demikian tulisan saya. Semoga mencerahkan mengenai sisi lain survei dan hasil Pemilu di negeri yang makin antah berantah ini. Terima kasih.

Senin, 28 Juli 2014

Pink - Just Give Me a Reason LYRICS

Right from the startYou were a thiefYou stole my heartAnd I your willing victimI let you see the parts of meThat were not all that prettyAnd with every touch you fixed themNow you've been talking in your sleep oh ohThings you never say to me oh ohTell me that you've had enoughOf our love, our love
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsWe're not broken just bentAnd we can learn to love again
I'm sorry I do not understandWhere all of this is coming fromI thought that we were fine(Oh, we had everything)Your head is running wild againMy dear we still have everythin 'And it's all in your mind(Yeah but this is happenin ')You've been havin 'a real bad dreams oh ohYou used to lie so close to me oh ohThere's nothing more than empty sheetsBetween our love, our loveOh our love, our love
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againI never stoppedYou're still written in the scars on my heartYou're not broken just bentAnd we can learn to love again
Oh tear ducts and rustI'll fix it for usWe're collecting dustBut our love's enoughYou're holding it inYou're pouring a drinkNo nothing is as bad as it seemsWe'll come clean
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsThat we're not broken just bentAnd we can learn to love again
Just give me a reasonJust a little bit's enoughJust a second we're not broken just bentAnd we can learn to love againIt's in the starsIt's been written in the scars on our heartsThat we're not broken just bentAnd we can learn to love againOh, we can learn to love againOh, we can learn to love againOh oh, that we're not broken just bentAnd we can learn to love again

Minggu, 27 Juli 2014

" UMAT MUSLIM MERAYAKAN LEBARAN BERSAMA WARGA KRISTEN DI JALUR GAZA / SHOLAT JUGA DI DALAM GEREJA " ya.. Tuhan tolong lah mereka..yg jadi korban perang di palestina..

- Bagi Mahmud Khalaf, seorang warga Gaza, merupakan sebuah pengalaman baru yang aneh bahwa dirinya melakukan salat di bawah tatapan sebuah ikon Yesus Kristus. Namun sejak perang pecah di Gaza, dia tidak punya pilihan selain beribadah di sebuah rumah Tuhan-nya orang Kristen. Di situlah dia berlindung setelah serangan udara Israel menghantam tempat tinggalnya Palestina utara. "Mereka membolehkan kami berdoa. Hal itu mengubah pandangan saya tentang orang-orang Kristen. Saya benar-benar tidak tahu sebelumnya, tetapi mereka telah menjadi saudara kami," kata Khalaf (27 tahun) yang mengaku dia tidak pernah membayangkan untuk melakukan salat magrib di dalam sebuah gereja. "Kami (orang-orang Muslim) berdoa bersama-sama tadi malam," katanya. "Di sini, cinta antara umat Muslim dan Kristen telah tumbuh." Saat memasuki haman Gereja Saint Porphyrius di Kota Gaza, para pengunjung akan disambut dengan ucapan "marhaban" (selamat datang) oleh orang-orang Kristen, tetapi dengan "al-salamu aleikum" oleh sebagian besar penghuninya saat ini, yaitu para pengungsi Gaza yang telah menjadikan kompleks gereja itu sebagai tempat tinggal mereka selama hampir dua minggu terakhir. Khalaf, yang meninggalkan rumahnya di Shaaf setelah daerah itu menjadi target serangan pesawat tempur Israel, memegang tasbih dengan cemas, tetapi lega karena telah menemukan tempat perlindungan bersama sekitar 500 pengungsi Muslim lainnya. "Orang-orang Kristen membawa kami masuk. Kami berterima kasih kepada mereka untuk itu, karena berpihak pada kami," katanya. Khalaf kini terbiasa beribadah di tempat dari sebuah agama yang asing baginya, terutama selama bulan suci Ramadhan ini. Setiap hari dia berkiblat ke Mekkah, membacakan ayat-ayat Al-Quran dan membungkukan diri, seperti yang dia lakukan di masjid. Para pastor dan umat menghargai para tamu Muslim mereka. "Tentu saja orang-orang Kristen tidak berpuasa, tetapi mereka dengan sengaja tidak makan di depan kami pada siang hari. Mereka tidak merokok atau minum di sekitar kami," kata Khalaf. Namun dia mengaku sulit untuk menjalankan perintah-perintah agama selama konflik berdarah dan tanpa pandang bulu yang telah menewaskan lebih dari 800 warga Palestina, sebagian besar warga sipil. "Saya biasanya merupakan seorang Muslim yang taat, tetapi saya sudah merokok selama Ramadhan. Saya tidak berpuasa, saya terlalu takut dan tegang karena perang" Puasa akan berakhir saat Idul Fitri datang. Namun dengan pengeboman yang sedang berlangsung, ratusan orang tewas dan ribuan kehilangan tempat tinggal, kegembiraan Idul Fitri agak diredam. "Orang Kristen dan Muslim mungkin merayakan Idul Fitri bersama-sama di sini," kata Sabreen al-Ziyara, seorang wanita Muslim yang telah bekerja di gereja itu selama 10 tahun sebagai petugas kebersihan. "Namun tahun ini, itu bukan Hari Raya Idul Fitri tetapi pesta para martir," katanya. Ia merujuk dengan hormat kepada mereka yang telah meninggal akibat perang. Ini merupakan suasana yang harmonis dan toleran, tetapi di tengah-tengah medan perang, ketegangan masih terasa. Saat persediaan makanan datang, bentrokan hampir pecah ketika para perempuan dan anak-anak mencari kantong plastik yang berisi roti dan air, yang didistribusikan setertib mungkin orang para petugas gereja. Orang Kristen di Gaza telah berkurang jumlahnya menjadi sekitar 1.500. Sementara populasi orang Muslim Sunni mencapai 1,7 juta orang. Komunitas Kristen, seperti di tempat-tempat lain di Timur Tengah, telah menyusut karena konflik dan pengangguran. Namun dalam situasi teror seperti di Gaza, rasa persaudaraan tumbuh di antara mereka. "Yesus mengatakan, kasihilah sesamamu, bukan hanya keluargamu, tetapi kolegamu, temanmu - Muslim, Syiah, Hindu, atau pun Yahudi," kata relawan Kristen Tawfiq Khader. "Kami membuka pintu kami untuk semua orang."

Sabtu, 26 Juli 2014

"MK BISA KOREKSI KEPUTUSAN KPU. JOKOWI BISA KALAH "

Keputusan KPU terhadap pelaksanaan Pilpres 2014 bersifat final dan mengikat. Hal itu bila tidak ada ada gugatan dari peserta Pilpres. Kalau 3×24 jam tidak ada gugatan ke MK berarti tidak ada perkara. Ini artinya keputusan KPU bersifat final dan mengikat. Kalau (keputusan) kemarin baru mengikat, belum final. Tapi sesudah tidak ada perkara berarti sudah final juga. Tapi kalau mereka mengajukan gugatan ke MK, maka kita harus tunggu putusan MK. MK bisa mengoreksi keputusan KPU, pemenang bisa kalah, yang kalah bisa menang asal bisa dibuktikan. Hal ini dibenarkan oleh Petrus, “Secara praktek pun kita lihat banyak sengketa pilkda yang oleh MK keputusan KPU bisa dibatalkan dan yang kalah berdasarkan Keputusan KPU menjadi pihak yang menang berdasarkan putusan MK,” imbuh Petrus. Di juga mengatakan Tim Prabowo Hatta menempuh langkah konstitusional berupa menguji konstitusionalitas keputusan KPU yang memenangkan Jokowi-JK kepada MK atas dugaan kecurangan secara masif wajar adanya. Dengan upaya hukum tersebut, katanya, maka semua pihak harus menahan diri untuk tidak melakukan manuver, Bagaimanapun putusan MK nanti bermanfaat juga bukan saja bagi Prabowo-Hatta dan KPU, tetapi juga bagi Jokowi-JK dan timnya,” Seperti kita ketahui bersama pasangan Prabowo-Hatta dengan 60an juta pendukungnya menolak keputusan KPU karena ada kecurangan proses pemilu Secara teori gugatan Prabowo-Hatta ke MK dan bila bisa dibuktikan akan mampu mengubah kemenangan Jokowi-JK menjadi sebuah kekalahan besar.

Selasa, 22 Juli 2014

Bobroknya Demokrasi Bangsa ini.

2014 Benarkah Ketua KPU Husni Kamil Manik Adik Ipar Jusuf Kalla? JAKARTA (voa-islam.com) - Hari-hari ini semua orang tertuju kepada Husni Kamil Manik, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat. Setelah gagal mencapai target menyelesaikan rekapitulasi yang ia tetapkan sendiri, Minggu (4/5), kini ia keukeuh bisa melakukan penetapan hasil rekapitulasi nasional sesuai jadwal pada Jumat 9 Mei mendatang. “Soal keraguan itu kan sifatnya subjektif dan personal. Silakan saja meragu tapi kami akan tunjukkan tanggal 9 Mei, semua sudah oke,” kata ketua KPU, Husni Kamil Manik. Biodata mengungkap Husni sudah akrab dengan kepemiluan sejak mahasiswa. Pada tahun 1999 ia diikutsertakan Forum Rektor Seluruh Indonesia menjadi pemantau pemilu. Selanjutnya, pada pemilihan anggota KPU Sumatera Barat dia terpilih sebagai anggota dalam dua periode berturut-turut (2003-2008 dan 2008-2013). Husni saat ini sangat populer dalam situs Google karena terkait batas waktu penyelesaian rekap suara Pileg selain aktif di KPU Sumbar, Husni pernah menjabat anggota Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia periode 2003. Dia masih aktif sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama Sumatera Barat periode 2010-2015. Saat mengikuti seleksi menjadi anggota KPU pusat, Husni dan para anggota KPU sekarang diuntungkan dengan dicoretnya para anggota KPU lama yang mencalonkan diri. Tiga anggota KPU periode 2007-2012 yang mencalonkan diri adalah I Gusti Putu Artha, Sri Nuryanti, dan Saut Sirait. Tim seleksi anggota komisioner KPU dari DPR menyebut alasan pencoretan ketiga anggota KPU incumbent itu karena rekomendasi tiga lembaga negara, yakni DPR, Komnas HAM, dan MK yang menyatakan bahwa seluruh komisioner KPU 2007-2012 tidak layak untuk dipilih kembali karena dianggap gagal. Dalam voting terakhir di DPR, Husni masuk empat besar dari tujuh orang yang terpilih. 1. Sigit pamungkas 45 suara, 2. Ida Budiati 45, 3. Arief Budiman 43, 4. Husni Kamil malik 39, 5. Ferry Kurnia 35, 6. Hadar Nafis gumay 35, 7. Juri Ardiantoro 34. Sedang tujuh orang lainnya tersisih. Kejutan terjadi saat pleno pemilihan Ketua KPU. Nama Husni tiba-tiba menyeruak mengalahkan rekan-rekannya. Pada pemilihan tahap pertama ia masuk dua besar bersama Arief Budiman. Selanjutnya tahap kedua, semua anggota KPU sepakat memilih Husni menjadi Ketua KPU periode 2012-2017. Soal terpilihnya sebagai orang nomor satu KPU, seperti ditulis, vivanews.co.id, Husni berkata “Jangankan orang lain, saya juga kaget terpilih.” ucapnya ketika itu. Nah, kini tampaknya publik harus siap dengan kejutan lain Terkait penyelesaian rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2014 yang dipimpin Husni. Akankan nama Husni Kamil Malik dicap Ketua KPU gagal seperti Ketua KPU sebelumnya? Tapi bukan itu yang menarik untuk ditelisik lebih dalam, ternyata istri Husni Kamil Malik ini adalah Endah Mulyani yang tak lain adik istri Jusuf Kalla, Mufidah anak dari H. Buya Mi'ad (ayah) Sitti Baheram (ibu). Nah lho... ternyata Husni Kamil Malik adik ipar dari Jusuf Kalla. Tak hanya itu, bukti foto yang tersebar di kalangan jurnalis menunjukkan ada komunikasi Husni Kamil Manik dengan timses Jokowi dan anak buah AM Hendro Priyono. Selain aktif di KPU Sumbar, bapak tiga anak ini juga pernah menjabat anggota Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia periode 2003. Dia masih aktif sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama Sumatera Barat periode 2010-2015. Berdasarkan penelusuran, ini biodata HUSNI KAMIL MANIK, S.P Lahir di Medan, 18 Juli 1975 (39 tahun) Husni Kamil Manik, S.P., (lahir di Medan, Sumatera Utara, 18 Juli 1975; umur 39 tahun) adalah Ketua Komisi Pemilihan Umum sejak 12 April 2012.[1][2] Sebelumnya ia merupakan komisioner KPU Provinsi Sumatera Barat sejak tahun 2008. Husni menempuh pendidikan dari SD hingga MTsN di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Setelah lulus dari MAN I Medan, ia masuk ke Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat pada tahun tahun 1994. Ia juga aktif di Nahdhatul Ulama dan menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Nahdhatul Ulama Sumatera Barat periode 2010-2015. Status Perkawinan : a. Menikah b. Nama isteri: Endang Mulyani c. Jumlah anak: 3 (tiga) orang: 1. M.A. Afifuddin Manik (7 tahun) 2. Abid W.A. Manik (5,5, tahun) 3. Nuraisyah H. Manik (4,5 tahun) d. Pekerjaan : Anggota KPU Provinsi Sumatera Barat Benarkah Husni Kamil Manik adik ipar istri JK? Mari media massa dan rakyat mengawal kecurangan serta modus KKN di negeri ini yang tidak segera kunjung berhenti rupanya. [dbs/ajaf/ad/voa-islam.com]

Senin, 21 Juli 2014

Yuk Kita bahas Permasalahan Pilpres 2014

Yok kita bahas apa yg terjadi bila Jokowi menang versi KPU dan Kalah versi sidang MK 1. Jika Jokowi menang versi KPU ini tidak terlepas dari kecurangan dibeberapa daerah, Mark Up suara secara masiv. 2. Banyak Daftar pemilih tambahan yang tidak bisa dijelaskan secara pasti oleh KPU, dan ini mencurigakan, seperti di Jatim. 3. Daftar Pemilih Tambahan apakah sudah menggunakan A5 atau sekedar membawa KTP. dan ini melanggar hukum. 4. Daftar pemilih tambahan yang sekedar membawa KTP ini pasti disusupi oleh pemilih siluman, yg mencoblos 2-4 kali. 5. Pemilih siluman seperti yg terjadi di Jakarta dan Jawa timur ini syarat kucurangan, seharusnya KPU pemilu ulang. 6. Jika Jokowi menang nanti versi KPU 22 Juli, maka akan terjadi ketidakpuasan dari kubu Prabowo, karena kecurangan. 7. Apabila kubu Prabowo meminta pengumuman rekapitulasi pusat diundur, ini wajar, karena menunggu hasil Pemilu ulang. 8. Menurut sumber kami, Ada banyak Mark UP suara yg memenangkan Jokowi dan ini diabaikan sementara oleh KPU. 9. Alasan pengabaiannya adalah untuk mempercepat rekapitulasi, dan jika waktu berlebih baru akan mengurus Mark Up suara itu. 10. Nantinya kubu Jokowi bakal tidak terima apabila kubu Prabowo byk menemukan Mark Up suara oleh Timses Jokowi. 11. Kubu Jokowi akan menuduh Kubu Prabowo fitnah dan mencari alasan agar KPU melakukan Pemilu Ulang. 12. Ini hanya Jika Jokowi menang, tapi analisa saya Jokowi tetap kalah di 22 Juli nanti. karena byk temuan Mark Up suara. 13. Kubu Jokowi selama ini mengklaim tidak terjadi kecurangan, padahal didaerah hal itu dilakukan secara sistematis. 14. Saya sendiri dapat laporan bahwa salah satu Kabupaten di Jawa Tengah ada Money Politik oleh kader PDIP, ini Fakta. 15. Dan Kubu Prabowo sedang mencari dimana saja Mark Up suara itu dilakukan oleh Kubu Jokowi. 16. Banyak pihak yang sudah berkesimpulan bahwa 22 Juli pasti dimenangkan oleh Jokowi. kalau saya sih sebaliknya. 17. Mungkin saya dianggap remeh, kalau mengatakan Jokowi kalah di 22 Juli, tapi lihat buktinya saja. 18. Kenapa Jokowi bisa kalah di 22 Juli? karena Rekap KPU Pusat telah menemukan Mark UP suara oleh kubu Jokowi. 19. Silahkan berpendapat bebas. Kalau Jokowi menang di 22 Juli. tidak apa-apa. ini negara demokrasi ;) 20. Saya masih mempertahankan Tesis saya kalau Jokowi kalah di 22 Juli nanti. karena rekap KPU Provinsi itu beda dgn Pusat. 21. Ini seandainya saja Jokowi menang 22 Juli (seandainya). karena Jokowi berhasil menutupi Mark Up suara didaerah. 22. Jokowi karena merasa menang 22 Juli, Kubu Jokowi adem ayem dan ngopi dirumah mungkin. seperti @AdianNapitupulu. 23. Ini jebakan dari Kubu No 2, memainkan opini semakin gencar. klaim kemenangan digemborkan. padahal KPU pusat sj belum. 24. Tapi jika Jokowi tetp menang di 22 Juli (Jika), maka dia akan kalah di MK, karena bukti-bukti kecurangan sudah kuat. 25. Kecurangan Jokowi yg sperti apa? yaitu Mark Up suara dibeberapa daerah. Misal Jatim dan Jakarta. 26. Nanti TNI/Polri akan menyikat habis pra pendukung Jokowi di MK yang ricuh karena Jokowi kalah. 27. Kubu Jokowi nantinya akan berbalik menuduh telah dicurangi oleh Prabowo karena rekayasa Pilpres. Saya percaya Jokowi orangnya aslinya baik, saking baiknya ia tak sadar orang disekililingnya adalah jahat. Jokowi menutupi kecurangan dengan melempar isu dia akan dicurangi. ini yang saya amati. Ada 4 Juta suara hasil kecurangan Jokowi yg bakal diendus oleh MK nantinya,dan Prabowo tetap menang. ini analisa.

Sabtu, 19 Juli 2014

KATA2 BIJAK DUSTA & CINTA

Kata Kata Mutiara Bijaksana Terbaru 2014 Kata Kata Mutiara Bijaksana Terbaru 2014 - Berikut ini kata kata mutiara bijaksana terbaru khusus bagi anda yang suka update status FB atau twitter dengan kata-kata mutiara dan Motivasi. Kata Kata Mutiara Bijaksana Terbaru 2014 Kata Kata Mutiara Bijaksana ini memberikan Motivasi inspirasi bagi anda yang sedang dilanda percintaan ataupun yang sedang jomblo, cukup dengan update status kata-kata mutiara ini, pasangan atau orang yang anda taksir akan simpati dengan anda.. hahahah Ya udah, langsung aja beikut Kata Kata Mutiara Bijaksana Terbaru 2014 Kata Kata Bijaksana Terbaru 2014 Dalam cinta yang murni dibutuhkan kepercayaan, adakalanya kekuatan cinta mencipta rasa saling menyakiti. Namun dengan kekuatannya pula, cinta yang murni tak membiarkan itu terjadi. Harus Dibedakan mana cinta sejati dan mana cinta yang dihiasi kepalsuan. Satu-satunya cinta sejati yang sangat mudah kita temui, adalah cinta seorang ibu pada anaknya. Dalam Cinta sejati terkadang menimbulkan luka. Dan luka karenanya selalu membuat diri lebih dewasa. Mustahil engkau merasakan cinta tanpa pernah merasakan sakit dan pengkhianatan. Sebab cinta sejati dapat engkau temui jika telah merasa perih dan luka didada. Kesetiaan ibarat mahkota bertahta intan permata, ketika engkau mengabaikannya, hilanglah sudah keagungan dan kemewahan diri. Jangan terlemahkan oleh angin permasalahan. Layang-layang mampu terbang tinggi karena berani melawan angin. Hanya layang-layang yang putus benang yang hanyut oleh angin. Yang paling menyakitkan dalam sebuah hubungan adalah pengkhianatan, dan lebih menyakitkan lagi ketika yang melakukannya adalah orang yang paling anda percayai. Kata Kata Mutiara Percintaan Terbaru 2014 Percayalah bahwa sebuah senyum meskipun saat terluka, akan lebih mempesona dibandingkan tertawa yang dipenuhi kemunafikan. Jangan hanya karena engkau merasa kaya raya lalu bisa membeli sebuah kebahagiaan dan cinta yang suci. Kebahagiaan dan Cinta tidak serta merta anda dapatkan dengan kekayaan, melainkan dengan perasaan yang tulus dan menerima takdir Ilahi dengan kerelaan hati Kebahagiaan yang diukur dengan harta melimpah ruah bukan lah sesuatu yang salah. Namun berucap syukur atas segala yang Tuhan beri adalah kebahagiaan sejati. Masa-masa terbaik dalam hidup adalah saat kita mampu menyelesaikan masalah sendiri, Masa-masa suram kehidupan adalah saat kita menyalahkan orang lain atas masalah yang kita hadapi. Ketika dalam sebuah persimpangan, anda diharuskan memutus sebuah langkah. Pastikan langkah yang diambil adalah demi kebahagiaannya, meskipun rasa sakit yang kan kita terima. Musafir yang dahaga di gurun pasir masih bisa bertahan. Namun jika hati yang dahaga akan cinta bisa mati perlahan dalam kesepian Jangan berkata, “kamu pasti bahagia jika bersamaku”, tapi berkatalah, “Selagi nafas ada dalam diri, kebahagiaanmu adalah prioritasku”. Hidup adalah memilih, namun untuk memilih dengan baik, Anda harus tahu siapa Anda dan apa yang Anda perjuangkan, ke mana Anda ingin pergi dan mengapa Anda ingin sampai di sana. Tuhanmu lebih tahu batas rasa sakit yang bisa kau tampung. Jangan sampai engkau menyerah disaat selangkah lagi Tuhanmu mengganti kesakitan dengan sejuta keindahan. Beberapa yang mampu diselami, adalah wanita begitu sangat susah dipahami. Terkadang telah sejuta makna kita berikan, yang ada tetap misteri hati yang kita dapati. Seseorang tak akan pernah bisa mencintai Anda dengan tulus dan apa adanya, jika Anda selalu menyembunyikan kekurangan Anda darinya. Pernahkah anda di permalukan seorang wanita gara-gara anda mengatakan setulus hati anda mencintainya? Jika YA, anda lah orang paling beruntung di dunia, karena anda mampu mengungkapkan sebuah kejujuran. Dan wanita itu tak lebih seperti patung liberty, terlihat indah namun tak mampu menyelami makna cinta yang suci. Kata Kata Motivasi Terbaru 2014 Berapa kali anda di kecewakan olehnya? Tahukah, setiap kekecewaan yang anda rasa, ibarat bunga yang sedang berkembang menuju sempurna. Semakin anda menerima dengan tulus hati, bunga-bunga indah tersebut akan semakin menampakkan diri. Meskipun bisa saja, anda memetiknya bukan dengannya lagi, tapi dengan orang lain yang paham arti menghargai. Tidak seorang pun punya kemampuan untuk melakukan sesuatu hal sempurna, tapi setiap orang diberi banyak kesempatan untuk melakukan hal yang benar. Putus asa adalah sebuah episode ter-gelap dalam hidup. Terkadang untuk menyambungnya menjadi harapan baru dibutuhkan sebuah cinta yang benar-benar murni. Salah satu cara sederhana mendapatkannya, adalah dengan menerima takdir yang telah Tuhan beri. Ketika engkau merasa dunia sangat tak adil terhadapmu. Pikirkanlah, ribuan anak di kolong jembatan berharap bisa berada dalam posisimu. Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah dengan mencintai apa yang Anda lakukan, walaupun sebenarnya anda membencinya. Cinta antara dua hati seharusnya membebaskan kita dari segala yang mengekang. Bukan malah membuat kita terkungkung. Memang tak bisa disalahkan, namun harus jujur di akui, konsekuensi dari cinta membuat kita harus pandai-pandai menjaga lisan, mata dan terlebih kesetiaan.

"KATA -KATA MUTIARA DUSTA & KEJUJURAN "

Kata – kata Mutiara Berkenaan dengan Dusta Imam Ali bin Abi Thalib berkata,”Buah dari melakukan kebohongan adalah kehinaan di dunia dan siksa di akherat.” Diantara perkataan Ali adalah, “Orang yang melakukan kebohongan akan mendapatkan tiga hal; Kemurkaan Allah, dilecehkan manusia, dan kebencian malaikat.’ Kebohongan merusak segala hal. Kebohongan memicu kemunafikan. Akibat dari kebohongan adalah cacian dan penyesalan. Orang yang berbohong tidak punya rasa malu. Diam membisu lebih baik daripada berbohong, lisan yang jujur awal dari kebahagiaan. Salah seorang filosof berkata, “Jika kejelekan – kejelekan adalah sebuah rumah, maka kebohongan adalah kuncinya.” Umar bin Khatab berkata, “Kebiasaan berbohong memicu kemiskinan.” Seorang filosof mengatakan, “Kebohongan merupakan penghancur keimanan.” Ibnu Mas’ud menyatakan, “Kesalahan lisan yang paling besar adalah kebohongan.” Dalam sebuah riwayat dikatakan, “ Tidak ada kepercayaan untuk kebohongan, dan tidak ada wibawa bagi para pembohong.” Aristoteles pernah ditanya, “Apa yang akan didapatkan manusia dari para pembohong? “Maka dia menjawab, “Tidak adanya kepercayaan orang – orang bagi mereka, kendati mereka berkata benar.” Ahmad Amin menegaskan, “Orang munafik adalah orang yang memuji hal – hal yang sebenarnya tidak terdapat pada dirimu, demi memperoleh sesuatu yang sebenarnya tidak layak dia dapatkan.” Plato berkata, “ Orang munafik adalah orang yang memujimu dengan kebaikan yang tidak ada pada dirimu dan dia menyenangi engkau. Orang munafik juga adalah orang yang mencelamu, dan dia sangat membencimu.” Kata – kata Mutiara Berkenaan dengan Kejujuran Ali bin Abi Thalib berkata, “ Dengan kejujurannya, orang yang jujur akan menduduki posisi yang tidak akan didapatkan orang – orang yang berbohong dengan kebohongannya.” Ibnu Hibban berkata, “Kejujuran akan mengangkat derajat seseorang di dunia dan akherat, sebagaimana kebohongan akan menjatuhkan seseorang di dunia dan akherat.” Orang bijak berkata, “Hendaklah kalian senantiasa jujur. Tidaklah pedang tajam di genggaman laki – laki yang gagah berani lebih mulia daripada kejujuran. Kejujuran merupakan kemuliaan, meski engkau membencinya. Dan kebohongan adalah sebuah kehinaan, meski engkau menyenanginya. Barangsiapa yang memahami hakekat kebohongan, maka dia akan menaruh perhatian terhadap kejujuran.” Salah seorang ahli retorika mengatakan, “Orang yang jujur terlindungi lagi dicintai, sementara orang yang berbohong terhina lagi direndahkan.” Salah seorang sastrawan berkata, “Tidak ada pedang seperti kebenaran dan tidak ada pertolongan seperti kejujuran.” Orang bijak mengatakan, “Kejujuran merupakan kemuliaan sementara kebohongan adalah kehinaan.” Asy-Sya’bi menyatakan, “Hendaklah engkau jujur meski hal tersebut merugikanmu, namu kejujuran sangat bermanfaat bagimu. Dan jauhilah kebohongan meski ia menguntungkanmu, namun sejatinya kebohongan merugikanmu.” Tharaf bin Tharif menegaskan, “Tidaklah akan membahagiakanku jika aku berbohong meski dengan kebohonganku aku mendapatkan dunia seisinya,” Imam Asy-Syafi’i berkata, “Perangkat kepemimpinan ada lima; Jujur dalam bertutur, menyembunyikan rahasia, menepati janji, selalu memberi nasehat, dan memenuhi amanat.” Umar bin Khatab menyatakan, “Hendaklah engkau senantiasa jujur, meski dengannya engkau dapat terbunuh. “Umar juga berkata, “Seandainya kejujuran merendahkanku, dan sedikit yang bisa dilakukan, maka hal tersebut lebih aku cintai dari kebohongan yang dapat menaikkan posisiku, meski sedikit yang bisa dilakukan.” Umar bin Abdul Aziz berkata, “Aku tidak pernah berbohong lagi semenjak aku mengetahui bahwa itu memberi cela kepada pelakunya.” Imam Al-Auza’I menyatakan, “Demi Allah, meskipun ada suara dari langit yang mengatakan bahwa berbohong itu halal, maka aku tetap takkan berbohong.” Yusuf bin Asbath menyatakan, “Berdiam diri semalaman untuk berinteraksi bersama Allah dengan kejujuran lebih aku cintai daripada bertarung dengan dengan pedangku di jalan Allah.” Abu Sulaiman mengatakan, “Jadikanlah kejujuran sebagai kendaraanmu, kebenaran sebagai senjatamu dan Allah sebagai tujuan hidupmu.” Penyair berkata, Hendaklah engkau jujur meski ia memkakarmu dengan api ancaman Carilah keridhaan Allah dan sembunyikanlah keburukan dari murka Allah dan keridhaan hamba.” Dikatakan, “Kejujuran adalah tiang agama, pilar etika, dan pangkal wibawa. Ketiganya tidak akan tegak kecuali dengan kejujuran.” Dikatakan, “Kejujuran yang dilakukan secara ikhlas lebih pantas.” Ali bin Abi Thalib berkata, “Barangsiapa yang melakukan tiga hal diantara orang – orang, maka dia akan mendapatkan tiga hal; yaitu orang yang jika diberi kepercayaan, maka dia tidak mengkhianatinya dan orang yang berjanji lalu memenuhi janji tersebut. Maka orang – orang akan mencintainya, lalu lisan – lisan orang akan memujinya, dan orang – orang akan membantunya.” Dikatakan kepada Luqmanul Hakim, “Bukankah engkau hamba dari Bani Fulan? Luqman menjawab, “Ya. “Dikatakan lagi, “Dengan apa engkau menduduki posisi sedemikian rupa yang aku lihat?” Luqman menjawab, “Ketakwaan kepada Allah, berkata jujur, memenuhi amanat, dan meninggalkan apa – apa yang tidak bermanfaat.”

Jumat, 18 Juli 2014

Dinasti Penguasa Di Nias Selatan

Titoni Manao & Fansolidarman Dachi Oleh Bambang Riyanto. Kabupaten Nias Selatan dengan jumlah penduduk sebanyak 364.110 cukup potensial untuk memuluskan langkah politisi mendapatkan kursi kekuasaan. Padatnya penduduk di sana membuat siapapun yang meraup suara terbanyak berpeluang lolos jadi anggota DPR. “Keluarga Dachi sangat disegani di sini,” kata seorang tukang becak di Teluk Dalam, Nias Selatan. Dari pengamatan di lokasi, usaha keluarga Dachi memang terlihat menggurita. Mereka memiliki toko serba ada ‘Dachi Mart’ sampai pom bensin ‘Dachi’. Semuanya bertebaran di kota Teluk Dalam yang juga dikenal dengan wisata pantai, Sorake dan Lagundri, itu. Seolah tak puas hanya menguasai sektor ekonomi, keluarga Dachi kini terjun total ke dunia politik. “Ada 11 kerabat Dachi yang ikut dalam pertarungan legislatif,” kata Ketua Panwaslu Nisel Titoni Manao. Ini enam di antaranya: Suasana Dachi SH. Mantan anggota DPRD Sumatera Utara dari partai Hanura ini mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari dapil Sumut II setelah berpindah partai ke Gerindra. Dapil Sumut II terdiri atas 19 kabupaten/kota, yang salah satunya adalah Nias Selatan dengan jumlah pemilih mencapai 250 ribu orang. Suasana Dachi merupakan abang kandung Fansolidarman. Kedua, Philips Perwira Juang Nehe. Caleg Partai Kebangkitan Bangsa untuk DPRD Sumut dari dapil Sumut 8 ini merupakan adik ipar Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi yang tak lain merupakan adik Fansolidarman. Aris Agustus Dakhi. abang kandung Fansolidarman ini merupakan caleg partai Gerindra untuk DPRD Kabupaten Nias Selatan dari dapil I. Elkarya Wau, caleg partai Golkar untuk DPRD Nias Selatan dari dapil I. Elkarya merupakan suami Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan yang tak lain adalah adik Fansolidarman dan juga adik Bupati Idealisman Dachi. Rynto Vransiscus Onniel Laoli. Caleg Gerindra untuk DPRD Nias Selatan dari dapil V ini merupakan keponakan atau anak dari kakak kandung Fansolidarman. Defrosa Sulistiawati Nehe atau kakak kandung istri Bupati Nias Selatan, Idealisman Dachi. Defrosa mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Sumut dari dapil Sumut 8 yang mencakup Kepulauan Nias. Dari keenam kerabat Dachi yang mencalonkan diri menjadi caleg tersebut, sejauh ini tiga di antaranya sudah terpilih. Mereka adalah Suasana Dachi (DPR RI), Philips Perwira Juang Nehe (DPRD Sumut), dan Aris Agustus Dakhi (DPRD Nias Selatan). Menjawab tudingan bahwa dirinya melakukan kecurangan untuk memenangkan sanak keluarganya, Ketua KPU Nias Selatan Fansolidarman Dachi membantah. “Kerabat saya ingin menjadi anggota legislatif, sama seperti yang lainnya, karena ingin memajukan daerah ini (Nias Selatan). Itu murni hak politik mereka, tidak ada yang bisa melarang,” katanya dengan nada tinggi. “Sejauh ini saya selalu bersikap profesional, menjalankan semua tahapan dengan sebaik-baiknya,” katanya lagi. Respon Menurut Fansolidarman Dachi, KPU Nias Selatan sudah merespon semua laporan kecurangan di lapangan. Pada sejumlah insiden, kata dia, KPU bahkan telah merilis rekomendasi atas persoalan yang terjadi. Dia menjamin tidak ada satupun rekomendasi Bawaslu yang tidak dijalankan. “Ini menunjukkan KPU Nias Selatan tunduk dan taat pada aturan,” katanya. Fansolidarman Dachi bahkan berani menantang balik. “Kalau memang kami ada permainan, seharusnya semua kerabat Dachi itu lolos. Realitanya, tidak semua dari kerabat saya itu duduk,” ujarnya. Soal tudingan ada permainan dalam keterlambatan rekapitulasi di Nias Selatan, Fansolidarman Dachi punya jawaban. Menurutnya, keterlambatan itu tidak terlepas dari sumber daya manusia penyelenggara pemilu dan letak geografis daerah-daerah pedalaman yang amat sulit dijangkau. “Ditambah lagi minimnya pengetahuan KPPS mulai tingkat desa sampai kecamatan membuat rekapitulasi tersendat, sehingga formulir C1 dan D1 terlambat sampai,” katanya membela diri. Beredarnya kabar soal kongkalikong keluarga Dachi di Nias Selatan membuat Fansolidarman marah. Dia menuding ada pihak-pihak yang sengaja merusak mekanisme Pemilu di Nisel dan mengkambinghitamkan KPU Nisel. Dia menuding banyaknya video-video kecurangan yang beredar di sana merupakan upaya sistematis mendiskreditkan keluarganya. “Jika ada pelanggaran, seharusnya pengawas berkoordinasi dengan kepolisian untuk ambil tindakan, tapi kenapa justru diam saja?” kata Fansolidarman Dachi. Tak hanya itu, dia bahkan berani menjamin kinerjanya sebagai penyelenggara pemilu di Nias Selatan, sudah sesuai aturan. Fansolidarman Dachi membantah kalau dia mendapat keuntungan luar biasa dari posisinya sebagai Ketua KPU Nias Selatan. “Mengapa tahapan rekapitulasi sekarang dipertanyakan? Di sana sudah ada saksi dan panwas, mereka tidak keberatan dengan hasil rapat pleno terbuka KPU,” kata Fansolidarman Dachi sambil tertawa. Dia menjamin semua saksi menerima hasil rekapitulasi, yang artinya tidak ada masalah. “Bisa dicek, saksi-saksi partai yang hadir tidak mengajukan keberatan. Panwas pun menerima saja, kenapa sekarang diributkan?” tanyanya lagi. Atas dasar itulah, Fansolidarman Dachi mengaku kecewa dengan keputusan KPU Sumut yang mengeluarkan surat pemecatan untuk dirinya dan ketiga orang anggota KPU Nisel (Irene Mayriska Laowo, Dekarnial Zagoto dan Manciododo Daliwo). Menurutnya, tidak ada aturan yang menyatakan bahwa kerabat komisioner KPU tidak boleh mencalonkan diri menjadi anggota DPR. “Terpilihnya kami menjadi komisioner KPU juga sudah melewati proses uji kelayakan, termasuk profesionalisme dan independensi. Itu seharusnya menjadi pertimbangan tersendiri,” kata Fansolidarman Dachi. Saat ini KPU Sumatera Utara sudah melantik empat komisioner KPU Nisel untuk mengganti mereka yang dipecat. Tapi bukan Fansolidarman namanya, jika tak melawan. Dia menolak pemecatan dan sudah melayangkan gugatan ke KPU Sumut melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. Kalau mereka akhirnya benar-benar menang di PTUN, maka Fansolidarman Dachi akan kembali menduduki kursinya sebagai Ketua KPU Nias Selatan. (Tulisan Ini adalah Pemenang Fellowship Investigasi PPMN-ASIA Foundation)

Kamis, 17 Juli 2014

Ada Cerita Menarik yg beredar di pilpres 2014 ini

Ada cerita menarik yang beredar terbatas di kalangan petinggi Kompas Gramedia Group. Tentang konspirasi di balik opini bentukan jaringan media menghadapi pemilu 2014. Tentang "kolaborasi kotor" kelompok misionaris Katolik, konglomerasi Tionghoa dan elit PDIP. Tentang rekayasa pencitraan Jokowi - Ahok menggilas akal sehat publik. Kisah penuh misteri itu berawal di akhir bulan Desember 2013. Orang - orang berduit triliun rupiah yang kemudian dikenal dengan "cukong", berkumpul bersama petinggi Kompas Gramedia Group, elite PDIP dan misionaris Katolik. Atas nama kesamaan kepentingan ideologi, merumuskan sebuah konspirasi jahat. "Kita sudah berhasil membawa Jokowi - Ahok di posisi jabatan strategis DKI Jakarta, kini selanjutnya mempermulus jalan untuk memastikan Jokowi menjadi Presiden dan Ahok tampil memimpin Jakarta." Sembari menegaskan: "Ini tahapan finalisasi untuk menguasai Indonesia yang berpenduduk mayoritas muslim." Dengan mengusung tema liputan "Indonesia Satu", crew redaksi Kompas bergerak lincah menyebarkan serangkaian isu dan opini penuh tipu muslihat ke ruang publik. Sasaran mendongkrak popularitas Jokowi - Ahok dan menghembuskan kebencian rakyat kepada elite dan partai non PDIP. Hasilnya, dalam kurun waktu yang tidak lama, Jokowi - Ahok diposisikan sebagai figur fenomenal di panggung politik nasional jelang Pemilu 2014. Publik hampir setiap hari disuguhi berbagai berita dari aneka lakon dua boneka yang terus melenggang bebas mewakili ambisi cukong dan jaringan katolik. Dengan mengabaikan visi, Jokowi - Ahok hadir bagai sinetron berdurasi tanpa batas menyihir pembaca dan pemirsa. Mulai dari serangkaian kisah blusukan Jokowi yang menguras anggaran miliaran rupiah dari APBD, hingga celoteh penuh amarah tanpa etika diperankan secara membabi-buta oleh Ahok. Mirip pertunjukan "topeng monyet", yang setiap gerak-geriknya sudah terlatih dan sepenuhnya dikendali oleh dalang alias cukong. Jejak Hitam Kompas punya sejarah panjang dalam kongsi kepentingan dengan cukong. Media utama milik kelompok Katolik ini, telah menjadi jaringan yang terus menggurita. Di tahun 1998 - 1999, Kompas sukses mencitrakan pengaruh Uskup Belo dalam pergolakkan politik paling spektakuler yang berujung pada pelepasan Timor-Timur dari wilayah NKRI. Uskup Belo dikesankan bagai pahlawan kemanusiaan yang secara sporadis menyudutkan ABRI (TNI) sebagai penjahat HAM dalam serangkaian kasus pembantaian massal di Timor-Timur. Tudingan tanpa bukti itu, nyaris setiap hari menghias halaman utama koran Kompas dan memicu intervensi kekuatan asing. Setelah setahun Timor-Timur lepas dari NKRI, publik kemudian baru menyadari ternyata: Uskup Belo dan Kompas terlibat bermain mata untuk memuluskan kepentingan cukong yang mengincar sumber kekayaan minyak di Laut Timor. Dan untuk hajat busuk itu, maka jalan ekstrim disintegrasi pun dimainkan. Sangat menyedihkan, konspirasi Kompas dan gereja Katolik yang dipimpin oleh Uskup Belo sukses menyulut api kebencian di hati rakyat Timor-Timur. Di mana ratusan ribu warga Indonesia yang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa yang puluhan tahun menetap di Timor-Timur menjadi sasaran perlakuan tidak manusiawi, diusir dan ribuan dari mereka kehilangan nyawa serta harta bendanya. Tragedi berdarah lepasnya Timor-Timur (Timor Leste) dari wilayah Indonesia adalah fakta sejarah yang tak terlupakan. Wilayah yang berpenduduk mayoritas Katolik tersebut oleh Kompas sangat berkepentingan untuk menjadikannya sebagai negara boneka dalam kendali Australia, Eropa dan Amerika. Timor Leste memiliki potensi sumber kekayaan alam dan berada di zona strategis serta berdampingan dengan NTT yang berpenduduk mayoritas Katolik. Dan oleh Australia, Timor Leste telah dijadikan pangkalan militer yang setiap saat dapat memperluas pengaruhnya dengan mencaplok kawasan di sekitarnya. Jalan kearah itu semakin terbuka lebar. Dan lagi-lagi, Kompas menyembunyikan rencana licik itu dari perhatian publik. Bagaimana dengan Jokowi - Ahok...? Kompas Gramedia Group, cukong dan basis jaringan Katolik dengan mencolok tengah gencar memainkan "disintegrasi politik" yang memporak-porandakan tatanan sosial di negeri ini. Melalui penunggangan PDIP, Jokowi dipaksakan tampil sebagai boneka mereka untuk dipersiapkan memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Skenario busuk itu tidak lain bertujuan untuk memperluas pengaruh Katolik dan cukong dalam penguasaan negara, sentra ekonomi-keuangan dan sebagainya. Ambisi itu sangat nyata, dan secara terbuka tokoh Katolik paling berpengaruh, Frans Maknis Suseno menyampaikan pesan berupa ancaman: "Bila Jokowi tidak jadi presiden maka Indonesia akan rusuh..." Pernyataan misionaris Katolik Frans Maknis Suseno, tidak berbeda dengan apa yang pernah dilontarkan oleh Uskup Belo: "Lebih baik membawa mayoritas Katolik Timor-Timur lepas dari NKRI dari pada bergabung dengan ummat Islam dalam kebhinekaan Indonesia..." Cara pandang para tokoh Katolik yang berkonsiprasi dengan cukong, membuat banyak pihak bertanya: "Di mana sikap nasionalisme Megawati dan politisi PDIP...?". Hem, uang dan kerakusan kekuasaan telah melunturkan spirit nasionalisme elite partai. Masa depan rakyat di negeri ini tengah berjalan menuju jurang kehancuran. Prihatin !

Membongkar Akal - akalan Surya Palloh. Terhadap Ibu jokowi

Dusta berkedok hasil survei dan quick count abal-abal membuat mabok Jokowi dan komplotan pemburu kekuasaan. Sebuah peristiwa paling memalukan dalam sepanjang sejarah demokrasi modern di negeri ini. Di mana saat 80 persen suara belum diumumkan di seluruh TPS, namun sekelompok orang telah bertindak nekat mendeklarasikan kemenangannya secara sepihak. Lebih mengejutkan, melalui siaran live Metro tv, sang presiden terpilih hasil rekayasa perhitungan cepat, tampil menyampaikan pidato singkat yang diiringi tepuk tangan dan pesta-pora massa pendukungnya. Pemandangan tak elok itu mirip sebuah pertunjukan ketoprak berjudul: "Revolusi Mental Para Badut..." Drama politik dimaksud juga menyisipkan sepenggal durasi yang sangat mengharukan. Tentang adegan isak-tangis ibu Jokowi yang muncul di layar kaca menuturkan selamat atas kemenangan sang anak. Jutaan mata pemirsa dibuat tertipu. Begitu heboh dan canggihnya kamuflase opini yang dikemas oleh Metro tv dan jaringan media pendukung Jokowi. Gemanya sukses menyihir perasaan dan akal sehat publik. Namun euforianya berlangsung sesaat, kemudian redup lantaran terungkap semua itu tidak lebih adalah parodi politik hasil settingan para pembuat skenario di balik layar. Siapa dalang di balik settingan isu kemenangan Jokowi...? Makhluk bernama Jokowi adalah sebuah produk berita yang menggempita di berbagai media massa. Melalui moto: "Tiada hari tanpa Jokowi", para penyokong capres boneka gencar menyuguhi publik dengan aneka opini serba pencitraan. Dan celakanya, segala lakon dan tutur mantan Walikota Solo tersebut seolah mutlak benar dan tak boleh dikoreksi oleh siapa pun. Bayangkan bila ada berita paja-puji tentang Jokowi bermunculan di jaringan media, publik hanya terposisi sebagai objek, tepatnya korban kebohongan. Bila anda mencoba mengoreksi, maka spontan akan menuai reaksi kecaman dan berbagai hujatan (di-bully). Singkatnya Jokowi telah diperlakukan sebagai figur yang sangat sakral dan terbebas dari kritikan rakyat. Fenomena "pencitraan akut" ala Jokowi yang dibangun oleh jaringan media massa, perlahan namun pasti, menimbulkan kemuakan dan memicu arus balik dari perlawanan rakyat. Yakni, rakyat mulai sadar bahwa keberpihakan pers yang membabi-buta mendukung Jokowi tidak lepas dari sebuah konspirasi jahat. Bahkan Jokowi dan jaringan pers pendukungnya dituding telah melakukan kebohongan dan mempertontonkan perilaku kemunafikan. Dan akumulasi kemarahan rakyat kian memuncak saat Jokowi melalui siaran live Metro tv mengklaim kemenangan yang berpijak pada rekayasa hasil quick count. Surya Paloh, Bos besar Metro tv pun ikut merayakan pesta kemenangan palsu Jokowi dengan mengumbar senyum khasnya di hadapan jutaan pemirsa. Surya Paloh yang juga Ketum Partai NasDem, seolah mengirim pesan penuh makna ke ruang publik, tentang pengaruh kehandalannya dalam memainkan rekayasa opini yang sungguh menyesatkan. Skenario Metro tv bahkan dengan canggih menghadirkan tanyangan spesial berupa wawancara live Ibu Jokowi yang sebelumnya telah dikondisikan untuk tampil dengan rupa polos, berlinang air mata dan suara yang serak ketika mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi. Luar biasa, teganya Surya Paloh dan Metro tv mempolitisir peristiwa norak tersebut di hadapan rakyat dengan memanfaatkan bukan hanya Jokowi tapi sekaligus ibu sang capres boneka. Akal-akalan bos Metro tv terbilang unik dan sangat memalukan. Betapa tidak, klaim kemenangan dengan memanfaatkan quick count adalah tindakan ilegal dan bentuk kebohongan yang nyata. Bila tanggal 22 Juli nanti, KPU mengumumkan hasil perolehan suara sah menempatkan Jokowi sebagai pihak yang kalah, maka usai sudah mabok kekuasaan itu dipertunjukan oleh Jokowi, Surya Paloh dan para pendukungnya. Semua rangkaian adegan konyol kreasi para bandit politik, menjadi catatan sejarah bahwa demokrasi di negeri ini pernah dibajak oleh pers berwatak tipu-muslihat ! by Faizal Assegaf Ketua Progres 98

PRABOWO KE ISTANA. MEGAWATI - JOKOWI MASUK PENJARA

berpartisipasi menghadirkan pemimpin nasional melalui proses pemilu yang sangat sakral dan mahal, bila semua itu hanya berakhir demi pemuasan kekuasaan segelintir orang semata...? Pertanyaan itu adalah sebuah renungan bagi rakyat di negeri ini, dan semoga menggugah kesadaran para pejuang perubahan yang masih berjiwa idealis dan tercerahkan. Dalam berbagai kesempatan, calon presiden "terpilih" Prabowo Subianto dengan gagah, berani dan cerdas berkali-kali menggulir pesan penuh makna. Yakni, keadilan dan kesejahteraan merupakan dua masalah penting yang harus konsisten untuk diperjuangkan bersama. Keadilan dimaksud adalah upaya menegakan hukum guna memastikan penyelenggaraan negara dan pemerintahan terbebas dari kejahatan korupsi serta bertujuan memberi perlindungan atas hak asasi manusia. Secara spesifik terkait upaya pemberantasan korupsi, Prabowo dengan suara lantang membongkar bahwa setiap tahun telah terjadi kebocoran anggaran lebih dari seribu triliun rupiah. Penyebab kebocoran tersebut akibat dari "salah urus" pengelolaan sumber kekayaan alam, praktek kartel dan hegemoni atas penguasaan ekonomi nasional oleh segelintir konglomerat asing dan aseng, serta tata kelola keuangan negara yang amburadul dan tidak transparan. Bila saja uang yang demikian banyak itu dapat diselamatkan, maka akan memberi dampak besar untuk kesejahteraan hidup rakyat banyak. Membangkitkan kamjuan yang signifikan bagi rakyat dan negara untuk bergerak maju ke masa depan dalam menghadapi tantangan globalisasi. Atas pandangan dan tujuan luhur Prabowo, jelas membuat saya, anda dan seluruh rakyat di negeri ini tergerak untuk mendukungnya. Tapi jalan untuk membawa Prabowo ke kursi kekuasaan guna merealisasikan misi mulia tersebut, tak semudah yang dibayangkan. Pada tahapan konsolidasi politik untuk memenangkan Prabowo dalam proses pemilu presiden, dua tantangan serius telah menghadang. (Pertama) bila Prabowo menang maka kubu Jokowi akan melakukan perlawanan berupa penciptaan kekacauan nasional melalui provokasi isu kecurangan pemilu. Dengan sasaran jangka pendek bertujuan mendelegitimasi hasil pemilu. (Kedua) jika rencana memboikot hasil pemilu melalui kerusuhan nasional gagal dilakukan, maka pendekatan jangka panjang adalah memunculkan gerakan oposisi dengan menggandeng kepentingan asing dan aseng untuk melengserkan Prabowo dari kursi kekuasaan. Cara yang biasa digunakan melalui pengarahan aksi massa secara masif dan sporadis untuk menggoyah stabilitas keamanan nasional yang berujung pada desakan melengserkan Prabowo dari tampuk kekuasaan. Fakta atas kedua skenario itu dalam tiga pekan ini semakin merebak melalui serangkaian isu / opini yang gencar dilakukan oleh jaringan media massa pendukung Jokowi (Metro tv, kompas, detik dan mitra pers terkait). Betapa culasnya kejahatan tersebut dipertontonkan dihadapan rakyat banyak demi melanggengkan kepentingan segelintir orang yang haus akan kekuasaan. Menyikapi konspirasi jahat dimaksud, menurut saya perlu dihadapi dengan pendekatan yang serius dan efektif. Melalui upaya penegakkan hukum, bukan sebaliknya justru terjebak pada kompromi politik yang bersifat pragmatis. Tegasnya, di awal terbentuknya pemerintahan Prabowo, terobosan untuk membawa Megawati dan Jokowi ke jalur hukum harus menjadi perioritas utama. Dan semua itu sangat memerlukan dukungan dari seluruh elemen rakyat, guna mendorong rencana KPK untuk memeriksa dan menetapkan Megawati sebagai tersangka dalam skandal kasus BLBI. Di pihak lain, penanganan kasus korupsi proyek pengadaan Bus Trans Jakarta, merupakan pintu masuk untuk menyeret keterlibatan Gubernur DKI Joko Widodo ke meja hijau. Kasus ini tidak boleh berhenti apalagi hilang begitu saja. Dengan membawa kedua politisi PDIP (Megawati dan Jokowi) ke ranah hukum, maka dapat dipastikan upaya untuk mengacaukan stabilitas nasional dapat ditangkal. Tegasnya memberi efek jera kepada mereka-mereka yang hendak menjadikan basis politik kepartaian sebagai tujuan untuk menghambat kelangsungan berbangsa dan bernegara dengan cara yang inkonstitusional. Rakyat sudah muak dan energinya makin terkuras oleh permainan kotor politik para pendukung konglomerat hitam. Kini saatnya bangkit menggalang kebersamaan anak bangsa, mendukung sepenuhnya kehadiran kepemimpinan baru dari hasil pemilu yang sah, yakni Prabowo - Hatta untuk keadilan dan kesejahteraan ! salam by Faizal Assegaf Ketua Progres 98

Selasa, 15 Juli 2014

Bli clinton ke Indonesia sebelum pengumuman hasil final KPU tangga 22 july 2014

Nasional Obama Suruh Clinton ke Indonesia Pastikan Jagoannya Menang? Selasa, 15 Juli 2014 , 13:00:00 Jadi Suruhan Obama, Clinton Pastikan Jagoannya Menang? Getty Images JAKARTA - Kedatangan Bill Clinton ke Indonesia pada tanggal 16-23 Juli, yang disebut-sebut membawa isu kemanusiaan ke Indonesia saat kondisi politik bergejolak pada puncaknya mengundang perhatian. Presiden Amerika ke 42 ini dicurigai menjadi orang suruhan Presiden Obama untuk mengamati pilpres 2014. Hal itu disampaikan pengamat politik senior yang juga Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Prof. Budiatna saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (15/7). Menurutnya, bukan kali ini saja Amerika mengamati dari jauh soal perkembangan politik di Indonesia, sebab biar bagaimanapun mereka ingin ada presiden yang bisa kerja sama dengan negaranya. "Bisa saja kehadirannya dalam rangka menyongsong presiden yang baru, karena pengumumannya tanggal 22 Juni. Dan diantara dua ini (Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK) perseteruannya hebat," kata Budiatna. Lebih jauh Budiatna melihat kehadiran mantan orang nomor satu di negara Paman Sam tersebut pastinya untuk kepentingan yang mendasar. "Dan kebetulan Jokowi di luar negeri baik namanya, dan banyak yang memuji, mungkin diutus oleh Obama bisa aja. Dan namanya Prabowo kurang bagus apalagi soal HAM, ada pengaruhnya, itu bisa saja," ujarnya. Budiatna memaparkan, di mata Amerika, Indonesia merupakan negara besar dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat istimewa, sehingga pergantian presiden akan mempengaruhi roda perekonomian mereka. "Indonesia itu jumlah penduduknya ada 250 juta dengan negara terbesar ke 4 soal penduduk, maka mau tidak mau Amerika berharap ada presiden yang bisa kerja sama, paling tidak hubunganya tidak jelek," terang dia. Budiatna juga berpandangan selain menjadi suruhan Obama, sepertinya Amerika khawatir orang yang dijagokannya tidak menang. "Hasil perhitungan cepat yang saling mengklaim benar, ini berpengaruh terhadap mereka. Bisa saja mereka ingin memastikan siapa yang akan jadi pemenang dan bisa diajak kerja sama," pungkasnya.

Hasil Rekapitulasi Suara Pilpres Prabowo Subianto . Sudah di pastikan jadi presiden Pilihan Rakyat

INTELIJENPOST.COM Semkakin adanya ketegangan dari tim sukses pendukung kedua Capres dan Cawapres Prabowo Subianto - Hattarajasa maupun Joko Widodo – Jusuf Kalla, dengan menklain bahwa dirinya sebagai Presiden pilihan rakyat karena memenangkan di Pilpres sebagai suara terbanyak. Akhirnya dengan ketegangan ini, Capres Prabowo Subianto minta kepada tim pendukung Merah Putih , Relawan maupun masyarakat pendukung lainnya supaya menahan diri agar tidak terjadi gesekan atau masalah yang tidak di inginkan, hal ini juga serupa yang di sampaikan Capres Joko Widodo baru – baru ini di berbagai media elektronik maupun media masa. Menurut Ketua LSM. Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintahan Pusat Dan Daera ( PKA – PPD ) juga selaku Ketua Kordinator untuk seluruh Wilayah Indonesia Lahane Aziz melansir dari hasil laporan KPU Luar Negeri ( Arab Saudi ) melalui media elektronik, bahwa pasangan Capres Prabowo – Hatta unggul suaranya 70 % dan Capres Jokowi – Kalla Cuma 30% suaranya. Sementara hasil survey LSM.PKA-PPD, untuk Wilayah Indonesia Timur khususnya seluruh Sulawesi, suara Capres Prabowo – Hatta unggul 60% sedangkan Capres Jokowi - Kalla hanya 40% suara, kemudian untuk Ambon dan Papua 67 % menang suara Capres Prabowo – Hatta dan Capres Jokowi – Kalla hanya 33% mendapat suara, serta untuk Wilayah Gorontalo dan Ternate 58% suara dimenangkan Capres Prabowo – Hatta, sedangkan Capres Jokowi – Kalla dapat 42% suara, dan seluruh Kalimantan, NTT suara Capres Prabowo – Hatta mencapai 56% sisanya 44% suara milik Capres Jokowi – Kalla. Jadi kalau dilihat dari hasil rekapitulasi suara luar negeri ( Arab Saudi ) 70% belum suara dari luar negeri lainnya di tambah suara pemenang rata - seluruh Indonesia Timur dan Kalimantan antara 10% - sampai 15% suara dimenangkan Capres Prabowo – Hatta. Maka dari hasil rekapitulasi suara yang dilaporkan Relawan kami, Ketua LSM.PKA – PPD Kordinator seluruh Wilayah Negara Kesatuan Repoblik Indonesia ( NKRI ) Lahane Aziz sudah dapat memastikan dengan jelas Capres Prabowo – Hatta, sebagai Presiden – RI tahun 2014 – 2019 yang mencintai rakyatnya. ( IP )

Senin, 14 Juli 2014

Ramadhan Umat Kristen di Betlehem

Mancanegara Ramadhan, Umat Kristen di Betlehem Ikut Berpuasa 14 Juli 2014 07:41 WIB Ramadhan, Umat Kristen di Betlehem Ikut Berpuasa Betlehem, Palestina REPUBLIKA.CO.ID, BETLEHEM -- Di Ramadhan, umat Kristen di Betlehem, Tepi Barat juga ikut berpuasa. Ini dilakukan untuk menghormati Muslim yang sedang berpuasa dan demi meningkatkan spritualitasnya di bulan suci. Mereka melanjutkan tradisi solidaritas ini demi meningkatkan persatuan dan kesatuan antarumat beragama. "Nenek saya juga berpuasa. Muslim dan Kristen di sini berpuasa. Kami dibesarkan dengan cara ini untuk menunjukkan bentuk penghormatan dan solidaritas terhadap umat agama lain," ujar Mike Kanawati, warga Kristen di Betlehem yang mengelola toko suvenir dan perhiasan, dilansir dari Al-Arabiya News, Senin (14/7). Ramadhan adalah bulan paling suci dalam kalender Islam. Muslim dewasa wajib menjauhkan diri dari makanan, minuman, rokok dan seks, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Kanawati menekankan, berpuasa adalah sama bagi Islam dan Kristen. Menurutnya, puasa dengan cara Muslim atau Kristen menekankan pentingnya merasakan penderitaan orang yang tidak mampu. Kedatangan Ramadhan setiap tahunnya di kota suci umat Kristiani ini bukannya mengurangi iman Kanawati. Sebab, ketika umat Kristen berpuasa, umat Islam juga menjaga solidaritas dengan berpantang makan keju, daging, dan susu. Tradisi ini dipertahankan dari generasi ke generasi sehingga Muslim dan Kristen hidup berdampingan selama ratusan tahun. Betlehem memiliki mayoritas Muslim tapi juga rumah bagi komunitas Kristen Palestina terbesar di dunia. Sebuah survei 2006 yang dilakukan Palestinian Center for Research and Cultural Dialogue, 90 persen umat Kristen dan Muslim di sini bersahabat. Sebanyak 73,3 persen mengatakan, otoritas Palestina menghormati warisan budaya dan situs Kristen di kota itu. Sebanyak 78 persen melaporkan, emigrasi orang Kristen dari Betlehem bukan karena bermasalah dengan Muslim. Melainkan adanya pembatasan perjalanan yang dilakukan Israel di wilayah tersebut.

Minggu, 13 Juli 2014

Nafsu , kekuasaan , & korupsi

Nafsu, kekuasaan, dan korupsi menjadi tiga serangkai yang bisa menghasilkan kekuatan 'ledak'. Itu terjadi ketika seorang wanita simpanan muncul sebagai 'peniup peluit' (whistle-blower) yang membantu upaya Presiden China Xi Jinping melakukan bersih-bersih di pemerintahan dan partainya. Peremuan itu bernama Ji Yingnan, mantan perempuan simpanan yang kini balik mempermalukan mantan kekasihnya. Dia rela menyebarkan aibnya sendiri ke ratusan juta pengguna situs mikroblog China. Kekasihnya itu diidentifikasi sebagai Fan Yue (26), deputi direktur Administrasi Arsip Negara. Musim panas tahun ini, Nona Ji mem-posting video dan foto kedua pasangan yang dulu dimabuk cinta ke internet, saat sedang belanja, main ciprat-cipratan di kolam renang pribadi, dan di sebuah pesta -- di mana sang pejabat dikabarkan melamar kekasihya. Dalam akunnya, Ji mengaku mengekspose kekasihnya setelah ia belakangan mengetahui, Fan Yue ternyata telah menikah dengan seorang gadis remaja. "Aku dulu sama sekali tak menduga ia tukang kibul," kata Ji, yang seorang presenter televisi kepada Global Times, seperti dimuat BBC , Kamis (10/10/2013). "Ia selalu berjanji akan menikahiku, aku mengira ia akan menjadi tunangan, bahkan suamiku." Kisah ini sepintas hanya masalah cinta dan pengkhianatan. Namun, bukan itu yang membuat publik terkejut bukan kepalang. Dalam kisahnya, Ji menyebut ia mendapatkan uang saku US$ 1.000 atau Rp 11,4 juta per hari. Ia juga mendapatkan mobil mewah, dan dijanjikan akan dibelikan apartemen yang harganya tentu saja tak murah. Ji mengatakan, awalnya ia melaporkan dugaan korupsi eks-pacarnya itu ke aparat keamanan, namun tak ada balasan. Maka, ia memutuskan untuk mengumbarnya di dunia maya. Berhasil! Kisahnya menarik perhatian. Detil gaya hidup mewah si pejabat muda membuat publik mengerutkan dahi dan bertanya-tanya: bagaimana bisa seorang PNS mampu membayai gaya hidup mewah itu dengan gajinya yang tak seberapa? Aparat pun segera bertindak, seperti dikabarkan Xinhua, Fan Yue saat ini diberhentikan dari pekerjaannya Juni lalu dan kini sedang menjalani penyelidikan dalam kasus dugaan korupsi. Belum ada keterangan dari tersangka atau pihak yang mewakilinya. Ini Urusan Publik! Kisah Fan Yue mirip dengan apa yang diungkapkan blogger antikorupsi, Zhu Ruifeng, yang namanya mengemuka tahun lalu setelah mem-posting video seks yang menampilkan wajah seorang pejabat, Lei Zhengfu -- yang membuat mantan petinggi itu dipenjara atas kasus korupsi. Dengan makin berkembangnya internet, makin banyak kasus pribadi yang menjadi domain publik. Skandal seks, tentu saja terjadi di semua negara. Namun, menurut Zhu, di China, pejabat sering menggunakan uang publik untuk membiayai hubungan haramnya. Tak ada yang jelas di China, warga awam tak tahu kelakuan para pejabatnya. Namun para perempuan simpanan, yang hidup bersama si petinggi, ikut menikmati uangnya, nyaris tahu segalanya. "Saat perempuan simpanan itu muncul, kebenaran akan terungkap." Sebelumnya seorang pejabat bidang energi berpengaruh, Liu Tienan digulingkan dari jabatannya Mei lalu, setelah mantan kekasih gelapnya mengaku pada jurnalis bahwa kekasihnya itu berperan dalam penipuan perbankan sebesar US$ 200 juta atau Rp 2,28 triliun. Para kekasih gelap kini bahkan telah menjadi simbol korupsi China, demikian menurut laporan pemerintah setempat tahun 2007. Sekitar 90 persen pejabat yang jatuh akibat skandal korupsi, pasti punya gundik -- bahkan jumlahnya lebih dari satu. Mantan Menteri Kereta Api, Liu Zhijun, yang dijebloskan ke penjara gara-gara korupsi tahun lalu punya 18 wanita simpanan. Sindrom Kaisar Dalam sejumlah kasus, pejabat yang kongkalikong dengan pengusaha tak menginginkan uang, tapi wanita. Seperti pengakuan mantan simpanan, seorang perempuan 26 tahun yang penampilannya bak peragawati baru turun dari catwalk. Ia yang mengaku mantan simpanan seorang eksekutif perusahaan besar adalah saksi banyak korupsi pejabat. "Seorang pejabat meminta pada manta kekasihku, kali ini ia tak mau uang, tapi gundik." Sejarah mencatat, pergundikan bukan hal baru di China. Sudah jadi praktek lumrah para kaisar. Dan, seksolog China Li Yinghe yakin benar, para pria di China masih merasa mereka hidup di zaman kekaisaran . "Saya pikir pria China mengalami emperor's complex, sindrom kaisar" kata dia. "Menjadi kaisar berarti punya banyak perempuan. Bagi mereka itu adalah simbol kebanggaan."

PRESIDEN GANDA VRESI QOICK QOUNT (QC )

Klaim kemenangan berbasis quick count (QC) dari kedua kubu capres pasca pencoblosan 9 Juli lalu, untuk sementara bangsa Indonesia memiliki presiden kembar menurut versi QC. Sontak hal ini telah memuncukan kegaduhan baru di jagad politik nasional. Sebab, masing-masing kubu capres yakin pihaknya lah yang menang mengacu hasil QC dari lembaga survey yang diyakininya kredibel. Padahal di tingkat masyarakat akar rumput, dampak saling mengklaim bahwa capres-cawapresnya-lah yang menang bukan saja menimbulkan kebingungan. Tapi juga mampu memprovokasi terbentuknya ketegangan antar kubu ke titik yang paling memungkinkan disulut ke arah konflik horisontal antar masyarakat. Semua pihak sepakat, bahwa saat ini di masa penghitungan dan rekapitulasi suara real count, suasana damai harus tetap dijaga oleh segenap elemen bangsa, sambil semua bersabar menunggu pengumuman hasil akhir perhitungan suara oleh KPU pada 22 Juli nanti. Meski demikian, proses rekapitulasi suara oleh KPU memang harus tetap dikawal secara ketat lewat partisipasi masyarakat. Hal ini penting untuk menutup peluang kecurangan yang memang bisa saja terjadi di tengah sistem pemilu yang belum sempurna ini, yang masih cukup rentan untuk dimanipulasi. Sejauh ini saja di TPS-TPS yang tersebar di beberapa daerah ditemui form C1 yang diduga telah ditambah angka di depannya sehingga perolehan suara capres-cawapres tertentu menggelembung secara signifikan. Ada juga melalui teknik mengubah angka di depan dengan angka yang garis dan lekuknya mirip dengan angka sebenarnya, sehingga jumlah suara menjadi lebih besar. Belum lagi potensi penggunaan surat suara yang tak terpakai untuk dicoblos untuk menggelembungkan perolehan suara. Dan justru di sinilah pertaruhan profesionalitas, kredibilitas dan netralitas KPU dan Bawaslu. Juga netralitas pemerintah beserta aparatusnya. Jika tindakan yang muncul ternyata adalah tindakan yang keluar dari jalur profesionalitas, kredibilitas dan netralitas, maka akan ada harga yang harus dibayar teramat mahal oleh bangsa ini. Yakni, tak cuma menghancurkan proses konsolidasi demokrasi ke arah kedewasaan berpolitik segenap anak bangsa yang telah diperjuangkan selama ini. Tapi juga melahirkan potensi kekeruhan ke arah konflik horizontal yang meluas di antara sesama anak bangsa. Tentu kita tak menghendaki hal itu terjadi, bukan? Sejauh ini memang ada beberapa kemungkinan mengiringi proses penghitungan dan rekapitulasi suara ril di KPU yang dilakukan secara berjenjang. Pertama, Proses penghitungan real count dan rekapitulasi suara di KPU bisa jadi berada dalam pengawasan ketat masyarakat yang berpartisipasi aktif mengawal proses itu. Dengan begitu segala kejangggalan dan kemungkinan kecurangan bisa terdeteksi dan langsung segera dikoreksi. Kedua, bisa jadi juga operasi kecurangan, agak sulit terdeteksi. Mungkin karena metode yang digunakan terlalu "canggih" dan melibatkan "tangan-tangan yang tak terlihat. Atau jika pun terdeteksi, namun karena satu dan lain hal ternyata agak sulit untuk mengubah keadaan. Sebagaimana terjadi pada praktek kecurangan pada pileg April lalu yang sedemikian luas diungkap banyak kalangan. Bahkan sampai-sampai pileg 2014 dicap banyak pihak sebagai pileg paling brutal sepanjang sejarah Indonesia berdemokrasi. Tapi, toh tetap saja hasil pileg 2014 itu dianggap sah. Lalu, mengiringi pengumuman dan pasca pengumuman hasil resmi KPU pada 22 Juli 2014 nanti, setidaknya juga ada dua kemungkinan yang bakal terjadi. Pertama, ketika KPU mengumumkan siapa pemenang pilpres, maka siapapun pemenang yang diputuskan KPU tentu akan mengundang protes dari kubu yang kalah. Apalagi memang sebelumnya telah diprakondisikan lewat hasil quick count masing-masing kubu bahwa capresnya lah yang menang. Bisa jadi protes yang muncul itu merupakan protes spontan dan sesaat dalam bentuk aksi-aksi demonstrasi. Namun seiiring itu, energi protes itu pun akan segera diarahkan ke jalur konstitusional berupa gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, menurut ketentuan, KPU bukanlah satu-satunya institusi yang memiliki hak mutlak memutuskan hasil pilpres. Bisa saja dari pengumuman keputusan pemenang pilpres oleh KPU itu akan muncul banding di Mahkamah Konstitusi (MK). Dan keputusan MK nanti, bisa saja meneguhkan keputusan KPU tentang siapa yang jadi pemenang pilpres, atau bisa juga menegasikan pemenang pilpres yang diputuskan KPU. Lalu, bila akhirnya putusan MK yang bersifat final dan mengikat tentang pemenang pipres itu sanapas dengan keputusan KPU, maka kubu yang kalah memang amat mungkin melanjutkan aksi-aski ketidakpuasanya. Namun di situlah justru ujian reputasi dan sikap kenegarawanan bagi sang capres-cawapres yang kalah beserta para pimpinan partai pengusungnya. Mereka harus tunduk pada keputusan MK. Meski bangsa kita pernah punya trauma buruk terkait banyaknya putusan MK yang bermasalah saat MK dipimpin Akil Mochtar. Capres-cawapres yang kalah beserta para pimpinan partai pengusungnya, seharusnya memang segera mengakui kekalahannya, mengucapkan selamat pada pemenang, jika perlu mendatanginya. Juga mengajak kepada para pendukungnya untuk mendukung presiden dan wakil presiden terpilih, serta menyerukan pentingnya menjaga persaudaraan, kesatuan dan persatuan bangsa. Dan jika itu yang terjadi, maka saya pikir itu akan menjadi sumbangan penting bagi etape berikutnya dalam kerangka konsolidasi menuju proses pematangan demokrasi dan kedewasaan berpolitik bangsa indonesia. Kedua, memang amat mungkin keputusan final dan mengikat dari MK akan menimbulkan ketidakpuasan yang meluas dari kubu capres-cawacawapres yang kalah. Hal itu lantaran keputusan MK itu akan dipandang kubu yang kalah sebagai penuh manipulasi dan dalam rangka memuluskan langkah kekuasaan bagi pihak yang dimenangkan. Boleh jadi itu akan menjadi sengketa pilpres yang mengundang gelombang protes yang terus meluas dan membesar, Serta menimbulan gesekan di akar rumput. Boleh jadi pula itu cikal bakal revolusi sosial tak terkendali yang mengarah pada kondisi negara dalam keadaan bahaya. Jika itu berlangsung dan semakin tak terkendali, presiden SBY tentu bisa saja menggunakan kewenangannya memperpanjang massa jabatannya untuk sementara waktu untuk mengatasi kekeruhan politik yang berlangsung , seraya mengontrol penuh situasi keamanan yang tak terkendali itu agar bergerak ke arah stalitas yang terjaga. Seiring itu pemerintah menyiapkan pemilu ulang dalam beberapa waktu ke depan. Bisa jadi juga, militer mengambil peran yang jauh lebih signifikan dalam rangka menjinakkan situasi chaotik yang meluas yang mungkin saja terjadi jika perpanjangan masa jabatan pemerintahan itu tak berjalan efektif. Tapi semuanya itu tentunya masih berupa kemungkinan yang cukup potensial. Dan, tentu banyak dari kita tak berharap kemungkinan terburuk beserta segenap konsekwensinya itu yang akan berlangsung nantinya, bukan? Demi berlanjutnya proses pematangan konsolidasi demokrasi yang terus berlangsung, demi kedewasaan berpolitik yang hendak terus diwujudkan, Dan demi sumbangsih kita atas masa depan peradaban mulia bangsa kita, tentunya.

Kejanggalan Survei SMRC .pilpres 2014

Capres Calon Presiden 2014 Kepala Sekolah Ini Curigai Survei SMRC Minggu, 13 Juli 2014 23:36 WIB Share Tweet Kepala Sekolah Ini Curigai Survei SMRC Warta Kota/Henry Lopulalan Peneliti Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) Abbas Sirojudin saat meyampaikan hasil survei yang dilakukan pada 20-24 April 2014 yang dilakukan dengan wawancara tatap muka, pada 2015 sampel, dengan margin eror 2,2% di Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/5/2014). Persaingan Calon Presiden (capres) Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Capres PDIP Joko Widodo menjelang pemilu presiden 9 Juli mendatang sangat ketat hingga salah mengembil keputusan bisa mengahkibatkan kekalahan di salah satu pihak.(Warta Kota/Henry Lopulalan) TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Sekolah Madrasah Techno Natura, Tras Rustamaji, mengaku curiga dengan hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research Centre (SMRC), yang dalam Quick Count atau hitung cepatnya, memenangkan pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla (JK) dengan hasil sekitar 52 persen. Kepada wartawan dalam pemaparannya di Djoko Santoso Center 328, di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/7/2014), menyebutkan bahwa ia sangat menggemari SMRC, dan menganggap lembaga survei tersebut adalah yang paling akurat selama ini. Oleh karena itu pada hari Rabu lalu (9/7/2014), saat pencoblosan, ia pun memantau lembaga tersebut. SMRC yang mengambil sample dari 4000 Tempat Pemungutan Suara (TPS), dari seluruh 479.183 TPS yang ada. Lembaga tersebut mulai mempublikasi hasil hitung cepatnya sejak pukul 11.30 WIB, dengan sample yang diambil dari TPS yang berada di Papua. Sampai pukul 13.05 WIB, lembaga tersebut menghitung bahwa pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa unggul dengan 52,49 persen, sedangkan Jokowi - JK hanya 47.06 persen. Saat itu data yang masuk baru 13.78 persen. Pada pukul 13.19 WIB, tiba-tiba pasangan Jokowi - JK unggul dengan angka 52,7 persen atau naik 5,64 persen. Sedangkan Prabowo - Hatta turun menjadi 47,3 persen, atau turun 5.64 persen. Sekitar pukul 13.05 WIB, hingga 13.19 WIB, terjadi penabahan data dari 156 TPS yang berada di wilayah sekitar Maluku, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. "Kalau untuk merubah keadaan, seharusnya lebih dari tujuh puluh tiga persen sampel yang diambil, itu mengunggulkan Jokowi - JK. Dalam pelaksanaannya itu tidak mungkin, karena pengambilan data dilakukan secara acak," katanya. Hal serupa juga dilakukan oleh lembaga lain yang juga mengunggulkan Jokowi - JK. Namun Rustam mengaku tidak memantau lembaga-lembaga tersebut, termasuk lembaga survei yang mengunggulkan Prabowo - Hatta yakni Puskaptis, Indonesia Research Center (IRC) dan Lembaga Survei Nasional (LSN). "Kalau ada kejanggalan di SMRC yang menurut saya paling akurat, bukan tidak mungkin terjadi di tempat lain," tandasnya.

Sabtu, 12 Juli 2014

KPK siap periksa Megawati untuk kasus BLBI

Korupsi KPK Siap Periksa Megawati Untuk Kasus BLBI Jumat , 11 Jul 2014 22:41 WIB Megawati Soekarnoputri Skalanews - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menyatakan pihaknya tidak akan segan-segan memeriksa mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dalam menyelidiki kasus pemberian Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI). Pasalnya, Abraham menyebutkan pihaknya akan memanggil siapa pun pihak tak terkecuali Megawati yang saat kasus itu terjadi masih menjabat Presiden. "KPK sudah pernah periksa JK mantan Wapres. Boediono saat masih Wapres kita juga periksa dalam kasus lain (Century). Apalagi Mega, dia kan sudah mantan (Presiden)‎," kata Abraham saat ditemui wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (11/7). Untuk itu, tambah Abraham pihaknya akan segera mengelar ekspos kasus tersebut dalam waktu dekat. Nantinya, akan ditentukan apakah kasus ini statusnya naik atau tidak ke penyidikan. Mengingat kasus SKL BLBI merupakan salah satu kasus yang punya resistensi besar. Sebab, kasus itu akan menjadi perhatian lembaga antikorupsi tersebut sebelum masa pimpinan KPK periode sekarang berakhir. "Tadi baru saja saya panggil penyelidiknya. Saya tanya. Dalam waktu dekatlah, habis lebaran, harus ekspose karena sudah lama kan. Kalau kita sudah berakhir masa jabatan, takutnya mangkrak," jelas Abraham. Diketahui, SKL BLBI ini dikeluarkan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2002. Saat itu, Presiden yang menjabat adalah Megawati Soekarnoputri. SKL BLBI tersebut berisi pemberian jaminan kepastian hukum kepada debitor yang telah menyelesaikan kewajibannya atau tindakan hukum kepada debitor BLBI yang tidak menyelesaikan kewajibannya berdasarkan penyelesaian kewajiban pemegang saham, atau dikenal juga dengan Inpres tentang release and discharge. Berdasarkan Inpres tersebut, debitor BLBI dianggap sudah menyelesaikan utang walaupun hanya 30 persen dari jumlah kewajiban pemegang saham (JKPS) dalam bentuk tunai dan 70 persen dibayar dengan sertifikat bukti hak kepada BPPN. Atas dasar bukti itu, mereka yang diperiksa dalam penyidikan Kejaksaan Agung akan mendapatkan surat perintah penghentian perkara (SP3). Debitor BLBI Penerima SKL BLBI beberapa di antaranya, yakni pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim, pengusaha The Nin King, pengusaha Bob Hasan, dan Salim Group (utang Salim Group ketika dibuatkan SKL mencapai lebih dari Rp55 triliun. Selang 2 tahun setelah SKL BLBI itu terbit, aset Salim Group yang diserahkan ternyata hanya bernilai Rp30 triliun). Nama-nama lain yang turut menerima adalah James Sujono Januardhi dan Adisaputra Januardhy (PT Bank Namura Internusa dengan kewajiban sebesar Rp303 miliar), Ulung Bursa (Bank Lautan Berlian, Rp424,65 miliar), Lidya Muchtar (Bank Tamara, Rp189,039 miliar), Marimutu Sinivasan (PT Bank Putera Multi Karsa, Rp790,557 miliar), Omar Putihrai (Bank Tamara, Rp159,1 miliar), Atang Latief (Bank Bira, kewajiban membayar Rp155,72 miliar), dan Agus Anwar (Bank Pelita dan Istimarat, Rp577,812 miliar). Sebelumnya, dalam kasus ini Kejaksaan Agung sudah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap sejumlah debitor. Meski beberapa konglomerat besar sudah menerima SKL sekaligus release and discharge dari pemerintah. Padahal, Inpres Nomor 8 tahun 2002 yang menjadi dasar kejaksaan mengeluarkan SP3 itu bertentangan dengan sejumlah aturan hukum. Salah satunya dengan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan, dari dana BLBI sebesar Rp144,5 triliun yang sudah dikucurkan ke 48 bank umum nasional, kerugian negara disebutkan mencapai Rp138,4 triliun. Di sisi lain audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan terdapat penyimpangan sebesar Rp54,5 triliun dari 42 bank penerima BLBI. BPKP bahkan menyimpulkan Rp53,4 triliun dari penyimpangan itu terindikasi korupsi dan tindak pidana perbankan. KPK dalam kasus ini sudah memintai keterangan beberapa terperiksa. Mereka di antaranya mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) I Putu Gede Ary Suta, mantan Menteri Koordinator Perekonomian pada Kabinet Gotong Royong 2001-2004 Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, mantan Menteri Keuangan dan Koordinator Perekonomian periode 2000-2001 Rizal Ramli, mantan Menteri Keuangan 1998-1999 Bambang Subiyanto, Menko Perekonomian 1999-2000 dan mantan Kepala Bappenas 2001-2004 Kwik Kian Gie, mantan Meneg BUMN Laksamana Sukardi, dan Mantan Menperin Rini Soewandi. 

Tabulasi di Cikeas Centre lebih tercepat

Tabulasi di Cikeas Center tercepat karena pakai jalur TNI dan Polri Presiden SBY sudah tahu siapa pemenang Pilpres 2014 Beranda » Pilpres 2014 » Politik Sabtu, 12 Juli 2014 / 15:59 WIB | Bagikan artikel ke Facebook anda Tabulasi pusat data nasional di Cikeas Center pernah dipamerkan Presiden kepada dua pasang capres saat diundang ke Cikeas pada 9 Juli 2014 malam lalu./*ist Tabulasi pusat data nasional di Cikeas Center pernah dipamerkan Presiden kepada dua pasang capres saat diundang ke Cikeas pada 9 Juli 2014 malam lalu./*ist JURNAL3.COM | JAKARTA – Hasil quick count yang diklaim dimenangkan oleh kubu Jokowi-Jusuf Kalla, sepertinya beda jauh dengan hasil real count dari 478.828 TPS se-Indonesia. breaking-newsInformasi yang diperoleh, dari data pusat tabulasi nasional di Cikeas Center, pasangan Prabowo-Hatta unggul atas pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Tabulasi Cikeas Center itu sendiri pernah dipamerkan kepada Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta, saat keduanya diundang SBY ke Cikeas pada Rabu (09/07/2014) lalu. Data yang belum terkonfirmasi menyebut, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 54% dan Jokowi-JK 46%. Data itu berasal dari 97% TPS (464.662 TPS dari total 478.828 TPS) se-Indonesia. Hasil real count di Cikeas Center ini hampir sama dengan Pusat Tabulasi Nasional Form C1 yang dikelola PKS, yang menempatkan Prabowo-Hatta memperoleh 54% unggul atas Jokowi-JK yang memperoleh 46%. Bedanya, real count di Pusat Tabulasi Nasional PKS itu baru berasal dari 91% data TPS (435.733 TPS dari 478.828) se-Indonesia. Presiden SBY sepertinya sudah tahu siapa pemenang riil Pilpres 2014 melalui pusat informasi di Cikeas, dimana data dari seluruh Polsek dan Koramil se-Indonesia, langsung masuk ke Cikeas Center. Cikeas Center mengambil data dari tiap TPS yang dihitung di desa hingga ke kecamatan dan menjadi didata oleh Polsek dan Koramil setempat, dengan penanggung jawab Kapolsek dan Danramil masing-masing, yang tentu saja presisinya mencapai 99% valid. Tak hanya itu, data yang diperoleh Polsek dan Koramil setempat itu sudah melalui proses verifikasi di tingkat desa melalui Babinsa, sehingga dengan cepat data bisa dikirim ke Cikeas Center. Kecepatan data real count Cikeas Center ini karena Presiden SBY menggunakan jalur Polri dan TNI yang ada di seluruh Indonesia, sehingga wilayah paling pelosok pun bisa dijangkau. Proses ini tidak dimiliki oleh tim real count dari pihak manapun. Sejak dimulai perhitungan pada 9 Juli 2014 pukul 13.00, setiap Kapolres dan Dandim sudah diharuskan memegang data dari Polsek dan Danramil masing-masing untuk selanjutnya disetor ke data yang langsung diakses ke Cikeas Center.@arun

(10 KONSPIRASI INTERNASIONAL )

10 Konspirasi Internasional, Serangan 'Gaza' Alihkan Perhatian Kunjungan Bill Clinton 'Pro Jokowi' JAKARTA (voa-islam.com) - Ditengah gegap gempita euphoria #PrayForGaza rupanya ada isu terselip diantara publikasi media nasional yakni perihal mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton yang akan mengunjungi Indonesia pada pertengahan Juli 2014 nanti. Selain Indonesia, Clinton juga akan mengunjungi negara di Asia lainnya. Tokoh politikus Partai Demokrat itu, akan mengunjungai negara seperti India, Indonesia, Papua Nugini, Selandia Baru, Australia dan Vietnam. Diperkirakan kunjungan itu terkait dalam program Clinton Global Initiative. Kedatangan Bill Clinton ke Indonesia antara tanggal 16-23 Juli berkaitan dengan keputusan KPU tentang Pemilu Presiden Indonesia ke tujuh tanggal 22 Juli 2014. Banyak pihak menilai kunjungan Bill Clinton bertopeng dengan kampanye kesehatan dan lingkungan hidup ini mempunyai agenda mengintervensi keputusan KPU untuk memenangkan Jokowi-JK. Agenda tersebut berkaitan dengan kepentingan perusahaan raksasa Amerika yg saat ini bermasalah dengan UU minerba yang rencananya sdh dititipkan kepada Jokowi-JK. Jelas bahwa Prabowo sangat ditakuti pihak asing. Karena mereka tidak ingin bangsa Indonesia memiliki presiden yg berani dan tegas seperti Prabowo. Demi kebangkitan dan kedaulatan Indonesia tercinta, jangan sampai Jokowi menjadi Presiden RI. Maka mari kita kawal dan pastikan bahwa KPU tidak mencurangi hasil pemilu dengan memenangkan Jokowi-JK. Bahkan Prabowo Subianto memberikan sinyal kepada Aksi Massa Solidaritas Palestina atas pembataian dan genosida di Jalur Gaza Palestina di Bunderan Hotel Indonesia, Jumat (11/7). Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan umat Islam harus membantu "Kita harus sumbang dana, kita harus sumbang darah ke Palestina. Serangan Israel secara (etika) diluar kemanusiaan, Saudara-saudara sekalian saya kira sudah ada komite solidaritas yang mengumpiulkan dana. Saya siang ini, saya komit uang pribadi saya sumbang Rp 1 Milyar (untuk Palestina)," ucapnya disambut teriakan takbir saling bersahutan. Saudara-saudara sekalian, selagi kita menyatakan kepada saudara-saudara kita di Palestina, seraya kita menyatakan kemarahan kita terhadap tindakan Israel. Tetapi harus waspada." Prabowo juga berpesan agar tidak melupakan permasalahan yang juga mengancam di tanah air, "Tetapi saudara-saudara kita juga harus waspada di tanah air kita sendiri, saudara-saudara. Kita harus rapatkan barisan, kita harus tingaktkan kewaspaaan kita masing-masing. Kita harus meningkatkan kerukunan diantara kita, kita harus meningkatkan kerukunan diantara kita, kita harus tingkatkan solidaritas diantara kita supaya kita tidak di adu domba, supaya kita tidak dipecah belah oleh kekuatan-kekuatan asing." imbuhnya. Segala upaya dilakukan untuk merebut perhatian umat Islam Indonesia dan dialihkan perhatiannya dengan isu besar yang 'common sense' di Indonesia, yakni Gaza, Rumah Tahfidz Darul Quran Gaza yang di Roket hingga membombardir isu Gaza dan Palestina untuk menutupi kasus penistaan kalimat "Tauhid LAA ILAHA ILALLAH" oleh harian kubu merah The Jakarta Post. "Segala upaya dilakukan untuk merebut perhatian umat Islam Indonesia dan dialihkan perhatiannya dengan isu besar yang 'common sense' di Indonesia, yakni syiah yang tiba-tiba peduli pada Gaza, Rumah Tahfidz Darul Quran Gaza yang di Roket hingga membombardir isu Gaza dan Palestina untuk menutupi kasus penistaan kalimat "Tauhid LAA ILAHA ILALLAH" oleh harian kubu merah The Jakarta Pos..." demikian kupas Abu Ammar pada awak redaksi Voa-Islam.com. Founder Voa-Islam ini menilai, "Nah ketika umat Islam lengah dan kendor perhatiannya pada konstelasi politik di Indonesia maka konspirasi 'berdarah' menembak ratusan roket IsraHELL ke Gaza. Pengalihan isu berdarah dan keji 'Gaza' Setidaknya ditunggangi kepentingan internasional dan sedikitnya dapat 10 keuntungan sekaligus bagi KUBU MERAH JOKOWI : 1. Syiah Indonesia dan internasional yang tiba-tiba sok peduli pada Gaza, 2. Menutupi kasus penistaan Kalimat Tauhid oleh Jakarta Post, 3. Menutupi kecurangan dan kejanggalan deklarasi kemenangan kubu Jokowi - JK melalui rilis Quick Count, 4. Mengangkat isu rencana sisa sumbangan Jokowi JK untuk dialihkan ke Gaza, meski tidak tulus betul niatnya ini. 5. Pengalihan isu rencana chaos kubu merah terkait Pemiliu Pilpres dan menghabiskan energi umat Islam pada isu Gaza dan tentunya Suriah. 6. Agenda besarnya, menyusupkan Bill Clinton di tengah euphoria pemberitaan dan konsentrasi umat Islam pada kasus Gaza dan Palestina, ratusan berita akan dirilis dan umat akan kendor energinya karena habis pada rapat, seminar, tabligh akbar dan demonstrasi mass masalah Gaza ini. Apalagi Kedatangan Bill Clinton ke Indonesia antara tanggal 16-23 Juli berkaitan dengan keputusan KPU tentang Pemilu Presiden Indonesia ke tujuh tanggal 22 Juli 2014. 7. Umat Islam lupa dengan kasus Romo 'Fasis' Franz Magnis Suseno, 8. Umat Islam dininabobokan dan dialihkan perhatiannya dari kasus penistaan GALLERY of ROUGES Kebangkitan Bad Guys atau Kumpulan Berandal oleh Wimar Witoelar 9. Umat Islam lupa pada kasus Transkrip Korupsi Busway Transjakarta yang melibatkan Megawati dan Jaksa Agung Basrief Arief, 10. Umat Islam lupa dengan Korupsi Busway Transjakarta oleh Jokowi senilai Rp 1,5 Triliun Agenda besarnya, menyusupkan Bill Clinton di tengah euphoria pemberitaan dan konsentrasi umat Islam pada kasus Gaza dan Palestina, ratusan berita akan dirilis dan umat akan kendor energinya karena habis pada rapat, seminar, tabligh akbar dan demonstrasi mass masalah Gaza ini. Tidak menutup kemungkinan ada agenda-agenda tersembunyi lainnya, wallahu alam. Fauzi Bowo: Ada Keganjilan Misi Bill Clinton di Indonesia Sebagaimana diketahui, Bill Clinton adalah sahabat salah satu pendukung Jokowi, yaitu konglomerat James Riyadi yang dikenal dengan Arkansas Connection ini. Misi tersembunyi pihak barat menginginkan pemerintah baru yang akan datang tetap menjadi 'sahabat' (baca *Jongos) yang baik bagi Amerika Serikat dan Barat, termasuk pemerintahan yang baru nanti, kiranya dapat menjaga kepentingan bagi Barat yang ada di Indonesia. Indonesia menjadi 'surganya' para perusahaan Barat yang menguasai sejumlah perusahaan tambang di Indonesia, diantaranya Freeport dan Newmount. Kabar kedatangan Bill Clinton datang dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Fauzi Bowo. Mantan Gubernur DKI itu , menilai kedatangan mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton ganjil. Pasalnya, Clinton datang justru saat pemerintah Republik Indonesia segera demisioner. Fauzi Bowo menyatakan bahwa Clinton dijadwalkan datang ke Jakart dimulai pada 16 hingga 23 Juli 2014, Fauzi menilai saat kedatangan Clinton dinilai sangat aneh. ?Persoalannya, bila kedatangan beliau juga mengagendakan isu kesehatan dan lingkungan hidup, keduanya juga merupakan domain pemerintah. Akan sangat efektif bila itu dibicarakan dengan pemerintahan terpilih nanti,? kata Fauzi. Namun fauzi menolak berkomentar lebih banyak tentang kedatangan Clinton, yang disebut-sebut merupakan karibnya itu. Pernyataan serupa dikemukakan seorang pengamat masalah internasional yang enggan disebutkan namanya. ?Kalau dia datang saat ini, patut diduga ada agenda terselubung,? kata dia. Pengamat itu juga mengingatkan, Clinton yang selama ini dikenal dekat dan akrab dengan James Riady, pemilik Grup Lippo, kemungkinan besar akan menemui karibnya tersebut di sela-sela rangkaian kunjungannya ke Indonesia.

Kamis, 10 Juli 2014

Ini Pernyataan Wagub Aceh jika Jokowi-JK Menang

BANDA ACEH - Pernyataan mengejutkan dikeluarkan Wakil Gubernur Muzakir Manaf terkait dengan kemungkinan pasangan Jokowi-JK memenangkan Pilpres 2014.
Muzakir Manaf merasa Aceh akan mengalami bencana bila pasangan yang didukung PDIP tersebut menjadi presiden-wapres mendatang.
 "Jika Jokowi-JK menang, Aceh bakal jahanam. Begitulah lebih kurang terjadi bila mereka menang," tandas pria yang lebih akrab disapa Mualem kepada wartawan usai mencoblos di TPS 1 berlokasi di SDN 56 Lamglumpang, Ulee Kareng Banda Aceh, Rabu (9/7).
Saat dipertanyakan tentang konstribusi Jusuf Kalla dalam proses ditekennya MoU Helsinki, Mualem menandaskan dia mengakui ikut andilnya pasangan Jokowi tersebut dalam  penciptaan perdamaian Aceh.
"Tapi mari kita lihat lagi setelah MoU Helsinki disepakati, apakah Pak JK ada melakukan pengawalan. Selama tiga tahun dia menjabat Wakil Presiden, hanya ada sedikit butir kesekapatan MoU yang rampung," ujar putra asli Seunudon, Aceh Utara tersebut.
Menurut Mualem, itu lah salah satu alasan dia dan PA serta KPA menyatakan mendukung penuh Prabowo dan pasangannya Hatta Rajasa pada Pilpres 2014 kali ini. "Dengan Prabowo saya yakin semua harapan rakyat Aceh terwujud," tukasnya.
Mualem yakin Prabowo-Hatta menang telak di Aceh dengan perolehan suara mencapai 90 persen. Kalau untuk suara secara keseluruhan Indonesia, dukungan diperoleh mencapai 60 persen lebih.
Hal ini ditandaskan Mualem dengan alasan bulatnya suara partai yang berkoalisi memenangkan Prabowo-Hatta.  "Selain itu suara bupati dan walikota mengarah semua (Prabowo-Hatta). Ini juga dengan solidnya suara PA-KPA yang mendukung capres dan cawapres kita ini," ujarnya lagi.
Mualem juga menyatakan sangat banyak harapan dapat terwujud jika pilpres dimenangkan pasangan Prabowo-Hatta.  "Leupah le (terlalu banyak) harapan, leupah le. Salah satunya adalah masalah MoU. Kita yakin pada masa pemerintahan Prabowo-Hatta nanti masalah ini tuntas. Selain itu, ekonomi kita juga yakin meningkat pesat. Banyak lagi harapan yang kita yakin terwujud jika pasangan kita dukung ini menang," pungkas Mualem.(min)

" PUSKAPTIS TENTANG AUDIT HASIL SURVEI "

JAKARTA - Hasil hitung cepat Pusat Kajian dan Pengembangan Strategis (Puskaptis) menyatakan Prabowo meraup 52,05 persen sehingga mengalahkan Jokowi yang memperoleh 47,95 persen. Hasil itu bertolak belakang dari hasil hitung cepat lembaga-lembaga survei yang mengambil data dari 2.000 sampai 4.000 tempat pemungutan suara (TPS). Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi) menyatakan, perbedaan hasil quick count atau hitung cepat dalam Pilpres 2014 bisa saja dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk merusak proses demokrasi pilpres. Menurut Persepi, apabila mengikuti metode pengumpulan data yang melandaskan diri pada kaidah metodologis yang benar, maka hasil hitung cepat dari berbagai lembaga penelitian menghasilkan perhitungan yang kurang lebih sama. Namun, karena adanya perbedaan signifikan dari sejumlah lembaga survei pada hasil hitung cepat pada Pilpres 2014 kali ini, Persepi akan mememinta pertanggungjawaban dan akan melakukan audit menyeluruh terhadap lembaga survei yang berada di bawah Persepi, dalam hal ini Peskaptis. "Penilaian kami lebih konsen pada, bagaimana metodologinya, apa prosesnya sudah benar. Tentu soal lain, apakah ada keterkaitan dengan pihak stasiun televisi tersebut," kata anggota Dewan Etik Persepi, Hamdi Muluk, di Jakarta, Rabu (9/7/2014). Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid, santai saja menanggapi permintaan tanggung jawab dan rencana audit tersebut. Malah, ia menantang pelaksanaan audit. "Nggak apa-apa diaudit, kami akan buktikan lembaga mana yang benar dan paling jujur dan lembaga mana yang tidak benar dan tidak jujur," ujar Husin di Jakarta, Rabu (9/7/2014).

"DEKLRASI CULAS PDI P. HENTIKAN QUICK COUNT "

Deklarasi Culas PDI Hentikan Quick Count, Kini Prabowo Ungguli Jokowi 4.08 % JAKARTA (voa-islam.com) - Ada yang tak lazim dalam klaim dan deklarasi kemenangan oleh PDIP Rabu kemarin (9/7), mereka begitu terburu-buru dalam mengumumkan kemenangan di saat proses Quickcount masih 70%, tim Jokowi-JK tiba-tiba menghentikan proses dan langsung konferensi pers mengumumkan kemenangan Jokowi-JK. Proses penghimpunan suara 70% itu sejatinya belum mengcover pulau Sumatera, Jawa bagian barat, Jawa tengah dan Jawa timur, Kalimantan, termasuk DKI Jakarta. Perlu ditelisik apa tujuan dari Megawati dan Jokowi mengumumkan kemenangan prematur ini adalah untuk membangun opini persepsi kemenangan dengan tujuan Pemilu ulang. Informasi yang beredar di kalangan wartawan JITU (Jurnalis Islam Bersatu) bahwa ada dorongan percepatan deklarasi kemenangan PDIP itu tak lain atas usulan mantan Kepala BIN Hendro Priyono. Patut diduga ini adalah bagian dari skenario "kekacauan" dengan istilah Jokowi "Kita Bikin Rame" dan ini juga sesuai dengan kampanye yang sudah mereka sebarkan di berbagai spanduk bahwa : HANYA KECURANGAN YANG BISA MENGALAHKAN JOKOWI-JK. Hal ini patut di waspadai karena dengan pengumuman yang dipercepat dan penuh percaya diri di Tugu Proklamasi saat itu dan ternyata hasil penghitungan KPU secara resmi memenangkan Prabowo-Hatta maka tujuan mereka menuduh kubu Prabowo-Hatta curang berhasil, tuntutan mereka adalah Pemilu Ulang atau Chaos (kekacauan). Sangat berbahaya untuk NKRI, ketika narasumber kami memperhatikan data real qount yang diberikan banyak teman bahwa Prabowo-Hatta menang atas Jokowi-JK. Potensi Chaos sangat tinggi terutama Jokowi-JK yang dari awal menyatakan tidak siap kalah dari Prabowo - Hatta. Kemudian ingatlah kawan kejadian tahun 2009, saat Megawati kalah dari SBY saat pencapresan, ketika SBY mengulurkan tangan untuk berjabat tangan kemudian Megawati dengan angkuhnya menolak karena tidak percaya atas kekalahannya. Mari kita Ungkap Lembaga Survei Yang Mendukung Jokowi - JK Fact Check, apakah lembaga-lembaga quick count yang menangkan Joko Widodo independen? 1. Lingkaran Survei Indonesia Patron: Denny JA Status: Tim sukses Jokowi Bukti: http://m.antaranews.com/berita/434407/denny-ja-dukung-jokowi-karena-ideologi 2. SMRC Patron: Saiful MuJani Status: Tim sukses Jokowi Bukti: http://nasional.kompas.com/read/2014/06/11/2016450/Saiful.Mujani.Benarkan.Bagi-bagi.Uang.Usai.Kampanye.untuk.Jokowi 3. Cyrus Patron: Hasan Batupahat Status: Tim sukses Jokowi (Koordinator "Komunitas Kopi") Bukti: http://politik.rmol.co/read/2014/06/27/161339/Agus-Gumiwang-Hadiri-Deklarasi-Laskar-Biji-Kopi-Dukung-Jokowi-JK- Mohon informasi ini disebarluaskan. Mari kita ajak teman, kerabat dan keluarga kita untuk waspada upaya manipulasi dan penggiringan opini melalui "quick count independen" dan slogan "hanya kecurangan yang bisa mengalahkan kita". Salam persatuan Indonesia, Berikut Data dan Informasi Penting Dari Gubernur: - Info dari Gubernur Sumatra Utara (Gatot Pujo Nugroho) : Real Count Prabowo di Sumut 63 % - Info dari Gubernur Sumatra Barat (Irwan Prayitno) : Real Count Prabowo di Sumbar 79 % - Info dari Gubernur Riau (Annas Maamun) : Real Count Prabowo di Riau 65 % - Info dari Gubernur Jawa Barat (Aher Heryawan) : Real Count Prabowo di Jabar 62 % Jauh sekali dari data2 di Quick Count pendukung JKW-JK Laskar 45 Pejuang Anti Korupsi Merilis Penghitungan suara seluruh Indonesia 1. NAD: No.1 = 46.54%; No.2 = 53.46% 2.Sumut: No.1 = 44.76% ; No.2 = 55.24% 3. Sumbar: No.1 = 57.20%; No.2 = 42.80% 4. Riau: No.1 = 55.13%; No.2 = 44.87% 5. Kepri: No.1 = 50.79%; No.2 = 49.21% 6. Jambi: No.1 = 54.93%; No.2 = 45.07% 7. Sumsel: No.1 = 67.48%; No.2 = 32.52% 8. Babel: No.1 = 53.52%; No.2 = 46.48% 9. Bengkulu: No.1 = 61.02%; No.2 = 38.98% 10. Lampung: No.1 = 54.88%; No.2 = 45.12% 11. Banten: No.1 = 56.44%; No.2 = 43.56% 12. DKI: No.1 = 56.39%; No.2 = 43.61% 13. Jabar: No.1 = 57.92%; No.2 = 42.08% 14. Jateng: No.1 = 46.23%; No.2 = 53.77% 15. DIY: No.1 = 50.19%; No.2 = 49.81% 16. Jatim: No.1 = 51.27%; No.2 = 48.73% 17. Bali: No.1 = 43.66%; No.2 = 56.34% 18. NTB: No.1 = 55.63%; No.2 = 44.37% 19. NTT: No.1 = 44.76%; No.2 = 55.24% 20. Kalbar: No.1 = 42.87%; No.2 = 57.13% 21. Kalteng: No.1 = 47.91%; No.2 = 52.09% 22. Kalsel: No.1 = 56.55%; No.2 = 43.45% 23. Kaltim/Kaltara: No.1 = 54.71%; No.2 = 45.29% 24. Sulut: No.1 = 53.61%; No.2 = 46.39% 25. Gorontalo: No.1 = 59.84%; No.2 = 40.16% 26. Sulbar: No.1 = 47.89%; No.2 = 52.11% 27. Sulteng: No.1 = 46.76%; No.2 = 53.24% 28. Sultra: No.1 = 47.85%; No.2 = 52.15% 29. Sulsel: No.1 = 37.41%; No.2 = 62.59% 30. Malut: No.1 = 53.21%; No.2 = 46.79% 31. Maluku: No.1 49.51%; No.2 = 50.49% 32. Papua: No.1 = 53.69%; No.2 = 46.31% 33. Papua Barat: No.1 = 56.74%; No.2 = 43.26% Jadi perbandingan akumulasi prosentase nasional antara pasangan Prabowo-Hatta (No.1) dan Jokowi-Kalla (No.2). No.1 = 52.04% dan No.2 = 47.96%. Selisih prosentase suara kedua pasangan sebesar 4.08%. Progress 98: Megawati, Jokowi dan MetroTV Umbar Kebohongan Publik Soal Klaim Menang Progress 98 (9/7) merilis pernyataan soal pihak koalisi Partai PDIP, Megawati, Jokowi dan Metro TV yang dinilainya sebagai kebohongan publik melalui klaim kemenangan sepihak disaat 80% data dan suara belum dihitung dan diumumkan di berbagai TPS di tanah air. Faizal Assegaf, Ketua Progres 98 menyatakan "Kepada seluruh sahabat pendukung Prabowo - Hatta, dengan ini kami sampaikan untuk melakukan konsolidasi. Rapatkan barisan dan kawal hasil perhitungan suara di seluruh TPS. Mengingat telah terjadi upaya sistimatis dari kubu Jokowi untuk melakukan kecurangan pemilu melalui modus manipulasi opini yang menyesatkan dan tidak bertanggungjawab." Ia menegaskan, "Sebagai mana di ketahui, bahwa beberapa jam lalu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melalui siaran pers Metro TV dan jaringan media pendukungnya, telah mengumumkan kemenangan Jokowi dengan memanfaatkan perhitungan suara yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya" Artinya PDIP tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara legal dan transparan sebagai berikut: 1. Klaim kemenangan tersebut dilakukan di saat 80 persen data dari hasil perhitungan suara belum diumumkan di TPS di seluruh Indonesia. 2. Manuver politik Ketum PDIP dan pendukungnya, sangat disayangkan telah menimbulkan kebingungan dan keresahan nasional. Tindakan sepihak tersebut tidak dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia yang masih menunggu hasil resmi perhitungan suara oleh lembaga KPU. 3. Mencermati provokasi berbagai isu / opini dari kubu Jokowi tentang klaim kemenangan, maka dengan ini kami mendesak KPU untuk segera bertindak tegas. Karena rakyat telah dijebak dalam kebingungan dan kehilangan kepercayaan terhadap hasil perhitungan cepat yang diumumkan oleh berbagai media pendukung Jokowi secara sepihak dan tanpa menunjukan akurasi data secara transparan dan bertanggungjawab. Hingga berita ini diturunkan, rakyat Indonesia masih menunggu hasil resmi KPU. [adivammar/voa-islam.com]

DEKLARASI CULAS PDI P HENTIKAN QUICK COUNT.

Deklarasi Culas PDI Hentikan Quick Count, Kini Prabowo Ungguli Jokowi 4.08 % JAKARTA (voa-islam.com) - Ada yang tak lazim dalam klaim dan deklarasi kemenangan oleh PDIP Rabu kemarin (9/7), mereka begitu terburu-buru dalam mengumumkan kemenangan di saat proses Quickcount masih 70%, tim Jokowi-JK tiba-tiba menghentikan proses dan langsung konferensi pers mengumumkan kemenangan Jokowi-JK. Proses penghimpunan suara 70% itu sejatinya belum mengcover pulau Sumatera, Jawa bagian barat, Jawa tengah dan Jawa timur, Kalimantan, termasuk DKI Jakarta. Perlu ditelisik apa tujuan dari Megawati dan Jokowi mengumumkan kemenangan prematur ini adalah untuk membangun opini persepsi kemenangan dengan tujuan Pemilu ulang. Informasi yang beredar di kalangan wartawan JITU (Jurnalis Islam Bersatu) bahwa ada dorongan percepatan deklarasi kemenangan PDIP itu tak lain atas usulan mantan Kepala BIN Hendro Priyono. Patut diduga ini adalah bagian dari skenario "kekacauan" dengan istilah Jokowi "Kita Bikin Rame" dan ini juga sesuai dengan kampanye yang sudah mereka sebarkan di berbagai spanduk bahwa : HANYA KECURANGAN YANG BISA MENGALAHKAN JOKOWI-JK. Hal ini patut di waspadai karena dengan pengumuman yang dipercepat dan penuh percaya diri di Tugu Proklamasi saat itu dan ternyata hasil penghitungan KPU secara resmi memenangkan Prabowo-Hatta maka tujuan mereka menuduh kubu Prabowo-Hatta curang berhasil, tuntutan mereka adalah Pemilu Ulang atau Chaos (kekacauan). Sangat berbahaya untuk NKRI, ketika narasumber kami memperhatikan data real qount yang diberikan banyak teman bahwa Prabowo-Hatta menang atas Jokowi-JK. Potensi Chaos sangat tinggi terutama Jokowi-JK yang dari awal menyatakan tidak siap kalah dari Prabowo - Hatta. Kemudian ingatlah kawan kejadian tahun 2009, saat Megawati kalah dari SBY saat pencapresan, ketika SBY mengulurkan tangan untuk berjabat tangan kemudian Megawati dengan angkuhnya menolak karena tidak percaya atas kekalahannya.